Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lailatul Ijtima di Mojokerto Kenang Sosok Kiai Mbah Taslim Sroyo

Lailatul Ijtima di Mojokerto Kenang Sosok Kiai Mbah Taslim Sroyo
Salah satu kegiatan lailatul ijtima yang menjadi rutinitas warga NU di daerah. (Foto: NOJ)
Salah satu kegiatan lailatul ijtima yang menjadi rutinitas warga NU di daerah. (Foto: NOJ)

Mojokerto, NU Online Jatim
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto menggelar lailatul ijtima setiap bulan. Kali ini bertempat di Dusun Sroyo Dlanggu. Pada kesempatan kali ini dibarengi dengan memperingati haul Mbah Taslim Sroyo sejak Rabu hingga Kamis (26-27/2).

 

Ketua pelaksana, Prihadi menjelaskan bahwa di hari pertama serangkaian haul Mbah Taslim diisi dengan penampilan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia atau Ishari yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Mojokerto.
 
Selain itu, puncak acara haul Mbah Taslim Sroyo diisi dengan kegiatan yang bekerja sama dengan MWCNU dan Jamiyatul Qurra wal Huffadz (JQH) Dlanggu tersebut sejak pagi diisi semaan Al-Qur'an sampai sore. Kegiatan dilanjutkan lailatul ijtima rutin dan berlaku untuk umum. 

 

Pada lailatul ijtima ini hadir seluruh elemen NU setempat beserta badan otonom. Bahkan IPNU dan IPPNU tampil sebagai kelompok shalawat mengisi acara. 

 

“Kami berharap agar semua komponen NU Dlanggu, baik banom maupun lembaga NU dapat saling sinergitas dalam segala aspek,” katanya. 

 

Lailatul ijtima diisi mauidlah hasanah KH Husaini Ilyas yang menceritakan tentang keberadaan Mbah Taslim. 

 

"Ketika di Makkah, saya berniat mencari jati diri Mbah Taslim, dan di sana saya menemukannya ada suatu tempat yang bernama Sroyo, dan merupakan dusun yang ditempati makam Mbah Taslim yaitu Dusun Sroyo, Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu,” jelasnya. 

 

Kiai Husein juga menceritakan bahwa di Sroyo dulu ada blumbang yang airnya oleh Mbah Taslim digunakan untuk menyembuhkan orang sakit.

 

Kontributor: Syaiful Alfuat
Editor: Syaifullah
 

PWNU Jatim