Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LAZISNU di Mojokerto Salurkan Zakat untuk Pengajar TPQ

LAZISNU di Mojokerto Salurkan Zakat untuk Pengajar TPQ
Sejumlah pengajar TPQ di kawasan Pacet, Mojokerto menerima bantuan dari LAZISNU. (Foto: NOJ/A Rofii)
Sejumlah pengajar TPQ di kawasan Pacet, Mojokerto menerima bantuan dari LAZISNU. (Foto: NOJ/A Rofii)

Mojokerto, NU Online Jatim

Kepercayaan diberikan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) kepada Lembaga Amil Zakat  Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kali ini berupa  mendistribusikan zakat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementrian Agama kabupaten setempat.

 

Dan pada kesempatan yang sama Baznas membagikan zakat setelah melalui Unit Pengumpul Zakat lima kecamatan di Kabupaten Mojokerto yaitu Pacet, Gondang, Jatirejo, Dlanggu dan Trawas beberapa waktu berselang.

 

Untuk kegiatan yang dipasrahkan kepada LAZISNU dipusatkan di Balai Desa Bendungan Jati, Pacet. Sasaran penerima santunan adalah para guru Taman Pendidikan al-Qur’an atau TPQ.

 

Koordinator Penyuluh Islam wilayah Pacet, Malkan menyampaikan bahwa program penyaluran zakat dari Baznas berasal dari ASN Kementrian Agama Mojokerto.

 

“Perintah membayar zakat diwajibkan kepada umat Islam yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari secara layak,” jelasnya.

 

Disampaikan pula bahwa zakat wajib bagi setiap umat Islam kalau sudah mencapai nishab. Sedangkan penerimanya ada 8 kriteria yakni fakir, miskin riqab, gharim, mualaf, fi sabilillah, ibnu sabil dan amil zakat.

 

 

“Dana zakat apabila dikelola maksimal memiliki potensi cukup besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, apalagi saat ini sedang berada di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

 

 

Abdul Muhid selaku warga Desa Bendungan Jati penerima zakat sekaligus guru TPQ menyampaikan bahwa santunan yang diterima sangat membantu. "Saya senang sekali karena selama pandemi ini TPQ diliburkan, sehingga tidak ada pemasukan bagi kami," ujarnya.

 

Warga berusia usia 72 tahun ini mengharapkan guru pengajar di TPQ lebih diperhatikan. Demikian pula Corona segera pulih sehingga bisa kembali mengajar.

PWNU Jatim