Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LAZISNU Pragaan Sumenep Ajak Pengurus Ranting Gerakkan Koin NU

LAZISNU Pragaan Sumenep Ajak Pengurus Ranting Gerakkan Koin NU
Silaturahim Pengurus Harian MWCNU Pragaan ke PRNU Karduluk mengingatkan agar Koin NU dapat kembali digerakkan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Silaturahim Pengurus Harian MWCNU Pragaan ke PRNU Karduluk mengingatkan agar Koin NU dapat kembali digerakkan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Kelebihan Nahdlatul Ulama adalah memiliki kepengurusan yang solid dan merata. Dari tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga desa yang dikenal dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU). Karena itu, potensi yang ada hendaknya dapat dioptimalkan tidak semata menjaga keajegan tradisi, juga mengoptimalkan dana umat.

 


Salah satu yang potensial adalah program Koin Infaq Nahdlatul Ulama (Koin NU). Dalam praktiknya, sejumlah kader bergerak langsung menjemput bola, dimana dimainkan oleh divisi fundraising atau penghimpun dan diakhiri oleh divisi pendistribusian. 

 

Untuk menguatkan kembali kekuatan Koin NU, pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep beserta Pengurus NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) mengadakan penguatan pengurus ranting. Yang dilakukan adalah dengan memberikan penyegaran di kawasan Karduluk untuk mengoptimalkan kembali gerakan Koin NU yang mulai lemah.

 

Berdasarkan amanat konferensi dan hasil rapat pengurus lengkap MWCNU Pragaan, maka pengurus mensosialisasikan beragam mimpi yang diharapkan oleh jajaran kiai.

 

"Kami datang ke sini tak lain ingin menyampaikan beberapa agenda pengurus, mulai dari program lembaga, badan otonom NU hingga yang berhubungan dengan penguatan Koin NU," kata KH A Junaidi Mu'arif, Jumat (19/6). 

 

Ketua MWCNU Pragaan tersebut berharap gerakan Koin NU di Pengurus Ranting nahdlatul Ulama (PRNU) Karduluk lebih masif lagi seperti pertama kali alumnus Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) melakukan aksi di setiap dusun.

 

Kiai A Subairi Karim selaku Wakil Ketua MWCNU yang membina NU-Care LAZISNU Pragaan mengutarakan bahwa yang paling mengemuka saat rapat pengurus adalah masalah Koin NU Peduli Umat.

 

"Dulu yang kami ingat PRNU Karduluk sangat masif menggerakkan Koin NU, namun ada beberapa kendala yang membuat gerakan tersebut fakum. Inilah alasan kami datang ke sini untuk memberikan penyegaran dan memperkuat kembali manajemen Koin NU yang saat ini lemah," ungkapnya. 

 

Dirinya menegaskan bahwa kedatangannya bersama Ketua MWCNU Pragaan untuk membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan Koin NU yang dihasilkan dari PKPNU. 

 

"LAZISNU yang dibentuk oleh PRNU perlu adanya kerja sama dengan pengurus LAZISNU MWCNU. Terjalinnya kerja sama ini akan menguatkan jaringan struktur dan mengetahui beragam kendala yang dihadapi PRNU,” ungkapnya. Karena jika benar-benar dimaksimalkan akan menolong ribuan yatim dan dluafa yang ada di Kecamatan Pragaan, lanjutnya. 

 

Pembina NU-Care LAZISNU Pragaan tersebut menjelaskan mimpi para kiai yang dituangkan dalam konferensi. Salah satu adalah melakukan rehap rumah yang dilakukan di setiap PRNU. Program ini akan terlaksana jika memaksimalkan gerakan Koin NU. 

 

Menurut pandangannya, saat ini yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang baik, butuh kesabaran, dan tim yang bisa menjemput kaleng Koin NU yang tersebar di setiap desa dan anggota. 

 

"Yang dibutuhkan oleh PRNU adalah keistikamahan. Setiap kompolan setiap bulan, hasil perolehan Koin NU tersebut wajib diumumkan, sehingga akan menaikkan rating MWCNU Pragaan di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama," ungkapnya. 

 

Saat ini MWCNU Pragaan akan menggunakan sisa dana Koin NU sebelumnya untuk membedah rumah Sahami di Desa Jaddung. Karena itu pengurus mengharap PRNU Karduluk menyokong kegiatan tersebut secara materil, baik berbentuk bantuan semen, batu, pasir, dan lainnya.

 

Kiai A Subairi Karim mengajak untuk bekerja sama dengan pengurus MWCNU Pragaan untuk mewujudkan mimpi kiai. Karena jika terjalin, maka akan menjadi percontohan untuk rehap rumah selanjutnya di setiap PRNU. 

 

Dirinya juga meminta dukungan doa terhadap peletakan batu pertama Universitas Nahdlatul Ulama yang dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tahun lalu. 

 

“Semoga mimpi besar kiai sepuh benar-benar terlaksana. Entah kapan impian ini akan terwujud,” harapnya. 

 

Kiai Muhris Baharun selaku Ketua NU-Care LAZISNU Pragaan meminta kepada PRNU Karduluk untuk membuat rekening di BMTNU Pragaan. Tujuannya adalah untuk menyimpan hasil perolehan Koin NU dan membesarkan program BMTNU.

 

"Perlu diketahui, perolehan Koin NU akan dibagi menjadi 3 pentasharrufan, 60 persen mutlak milik PRNU, dan 30 persen untuk MWCNU dan PCNU," jelasnya. 

 

Ia menegaskan bahwa ini dilakukan untuk membesarkan PRNU Karduluk agar saat pendistribusian ke yatim dan dluafa dilakukan secara merata di setiap dusun. 

 

H Zainul Ihsan memberikan masukan kepada sejumlah anggota. Bahwa gambaran yang disampaikan cukup mudah, tapi susah dilaksanakan. 

 

“Seandainya ada kesadaran dari anggota, insyaallah Koin NU akan mencapai 1 miliar rupiah. Hasil tersebut bisa menaikkan rangking MWCNU Pragaan di tingkat PCNU dan PWNU," harap Ketua PRNU Karduluk tersebut. 

 

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Karduluk tersebut mengucapkan terima kasih atas kunjungan pengurus harian dan pengurus LAZISNU MWCNU Pragaan yang telah memberikan penyegaran kepada PRNU. 

 

"Semoga safari ini bisa memberikan motivasi kepada anggota PRNU dan kami pribadi bisa membenahi kekurangan serta mengevaluasi kinerja tim LAZISNU," pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim