Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LAZISNU Sidoarjo Berbagi Pengalaman di Situbondo

LAZISNU Sidoarjo Berbagi Pengalaman di Situbondo
PC LAZISNU Sidoarjo berbagi pengalaman kepada PC LAZISNU Situbondo. (Foto: NOJ/Yuli R)
PC LAZISNU Sidoarjo berbagi pengalaman kepada PC LAZISNU Situbondo. (Foto: NOJ/Yuli R)

Situbondo, NU Online Jatim

Ukhuwah Nahdliyah merupakan modal utama yang diperlukan oleh Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) untuk meraih kesuksesan.

 

Semangat membangun ukhuwah Nahdliyah inilah yang coba dilakukan oleh NU Care-LAZISNU Kabupaten Situbondo. Mereka menggelar rapat kerja di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo, Ahad (21/02/2021).

 

Pada kegiatan tersebut, panitia menghadirkan beberapa pemateri dari NU Care-LAZISNU Kabupaten Sidoarjo. Hal itu sekaligus sebagai tindak lanjut dari kunjungan silaturahim NU Care-LAZISNU Situbondo ke Kabupaten Sidoarjo beberapa waktu lalu.

 

“LAZISNU Situbondo baru bergerak sekitar satu tahun ini, maka perlu pemahaman terhadap LAZISNU bagaimana peraturan organisasi, tujuan dan programnya,” kata KH Ahmad Syamrowi kepada NU Online Jatim.

 

Lebih lanjut, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Situbondo tersebut berharap raker menjadi forum pemahaman bersama tentang LAZISNU.

 

“Sebagai LAZISNU yang baru bergerak, kami ingin segera mencapai keberhasilan sebagaimana yang telah dicapai oleh LAZISNU Sidoarjo. Oleh karenanya, kami ingin menduplikasi keberhasilan-keberhasilan yang sudah dicapai oleh LAZISNU Sidoarjo di Situbondo.” tutur Kiai Syamrowi, sapaan akrabnya.

 

Menurut pandangannya, raker adalah sebagai ajang konsolidasi dari tingkat PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), sampai ke tingkat ranting. Selain itu juga sangat efektif untuk membangun konsolidasi sekaligus sebagai ajang saling berbagi pengalaman.

 

“Harapannya ke depan, LAZISNU Situbondo segera maju, kuat, dan terpercaya, kemudian menjadi tulang punggung kemandirian perangkat organisasi NU di Situbondo,” harapnya.

 

Dan hingga kini, PCNU Situbundo memiliki 18 MWC dan 138 ranting, untuk LAZISNU MWC sudah memiliki SK semua sedangkan untuk ranting masih belum memilikinya.

 

Kiai Syamrowi menegaskan, ada beberapa poin rencana tindak lanjut yang telah disepakati bersama. Pertama, dalam waktu satu bulan ini atau sebelum bulan Ramadhan, seluruh LAZISNU MWC harus bisa menuntaskan pembentukan LAZISNU di tingkat ranting beserta Surat Keputusan (SK) nya.

 

Selanjutnya, LAZISNU MWC segera mengeluarkan SK ranting, lalu LAZISNU ranting segera membuatkan SK untuk Jaringan Pengelola Zakat, Infak, Shadaqah (JPZIS) masjid dan mushalla. Kemudian, semuanya harus terintegrasi dan terdata, laporan keuangan juga harus disetorkan secara rutin.

 

“Berikutnya, PC LAZISNU menyegerakan pendistribusian peraturan organisasi kepada seluruh LAZISNU MWC dan ranting. Terakhir, pelatihan di bidang media dan program S3,” pungkasnya.

 

Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber dari tim NU Care-LAZISNU Sidoarjo antara lain Penguatan Manajemen dan Pengelolaan NU Care-LAZISNU Tingkat Pengurus Cabang oleh Ketua NU Care-LAZISNU Sidoarjo Muh Ihsan. Juga Promosi LAZISNU oleh Divisi Humas dan Publikasi NU Care LAZISNU Sidoarjo,

 

Kemudian, materi Pembagian Tupoksi Pengurus Tingkat Majelis Wakil Cabang oleh Ketua MWCNU Porong, Manajemen UPZIS dan Pengelolaan S3 Berbasis Jamaah dan Jamiyyah oleh Ketua LAZISNU Ranting Prasung, dan Motivasi Gerakan Filantropi LAZISNU oleh Dodi Dyauddin.

 

Raker dihadiri beberapa pengurus PCNU Situbondo, MWCNU, ranting NU beserta lembaga dan Badan otonom (Banom) se-Kabupaten Situbondo, serta tamu undangan lainnya.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim