Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LDNU Sumenep Rancang Program Dakwah Digital

LDNU Sumenep Rancang Program Dakwah Digital
Rapat PC LDNU Sumenep di kantor PCNU setempat, Jumat (27/11/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).
Rapat PC LDNU Sumenep di kantor PCNU setempat, Jumat (27/11/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Perkembangan digital sudah menembus ruang dan waktu secara cepat dan sangat berpengaruh terhadap perubahan pola kehidupan. Memahami situasi ini, dakwah Nahdlatul Ulama (NU) harus menyesuaikan dengan eranya, yaitu Dakwah Digital.

 

Demikian, penyampaian K Ach Subairi Karim saat membuka rapat terbatas bersama Pengurus Lembaga Dakwah (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Jum'at (27/11/2020) di auditorium PCNU Sumenep.

 

Wakil Ketua PCNU Sumenep tersebut menjelaskan bahwa rapat kali ini digelar guna merencanakan kegiatan strategis yang akan diusulkan pada Musyawarah Kerja (Musyker) PCNU Sumenep mendatang.

 

"Perubahan teknologi yang demikian cepat dengan sendirinya telah mengubah cara-cara berdakwah dalam melayani masyarakat. Dakwah digital sebuah keniscayaan," tuturnya meyakinkan forum rapat.

 

Sejalan dengan pandangan tersebut, KH Ahmad Madkur Abd Wasik juga mengungkap bahwa belakangan ini kecenderungan sekelompok orang memposisikan diri sebagai pemilik agama.

 

Wakil Ketua LDNU PCNU Sumenep tersebut menegaskan bahwa mereka mengklaim kebenarannya sendiri. Seperti tak membuka ruang perbedaan pada sejumlah persoalan.

 

"Klaim pemilik kebenaran tunggal ini harus dilawan dengan dakwah digital, agar moderasi keislaman bisa terus tumbuh dan terawatt," ujarnya mengurai pentingnya dakwah digital untuk melawan absolutisme kebenaran.

 

Masalah lain yang mengemuka diungkap oleh pengurus lainnya, Ny Zaen As'ad menyebut bahwa warga mulai dimasuki doktrin dan propaganda kaku yaitu gerakan peng-agamaan budaya. "Budaya Arab mulai didoktrinkan sebagai agama dan kebenaran tunggal, sehingga menggerus budaya lokal terutama dalam berpakaian bagi perempuan," ujarnya.

 

Tak sampai disitu, ia membuka tabir fenomena kemasyarakatan dan memberikan solusi supaya dirancang buku pedoman berbusana ala budaya Indonesia agar warga bisa memahami bahwa warisan leluhur memikili dasar dan pijakan.

 

Dalam rapat tersebut ada 3 isu strategis hasil konferensi yang diurai dalam bentuk konkret kegiatan. Yakni, rancangan dakwah digital, terbentuknya forum dai dan daiyah, dan materi tematik dakwah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

 

Kemudian, K Imam Sutaji memutuskan bahwa kegiatan kongkret yang akan dibawa ke Musyawarah Kerja (Musyker) antara lain: membuat dan mensosialisasikan website LDNU Sumenep, membuat video pendek dari tokoh ulama lokal dan nasional, mengisi konten Youtube Channel dari jaringan dai dan daiyah NU, menyikapi fenomena sosial yang tengah mengemuka, membuat meme dakwah berdasar sumber otoritatif, menfasilitasi terbentuknya LDNU di tingkat kecamatan, dan terbentuknya jaringan dai-daiyah dan pertemuan rutin bulanan dengan tema tematik yang fenomenal.

 

Ketua LDNU PCNU Sumenep tersebut menambahkan, hal terpenting adalah menyusun materi dakwah hubungan agama dan negara, agama dan budaya, identitas keberagaman dan radikalisme agama, serta menyusun dakwah Islam wasathiyah dan dakwah kepemimpinan perempuan dalam keislaman dan kebangsaan.

 

 

Selain itu, fenomena warga belajar agama melalui internet juga mengemuka dalam rapat tersebut. Hingga akhirnya dipahami dapat memunculkan generasi-generasi instan dalam memahami agama. Sehingga perlu didekati dengan dakwah digital.

 

"Banyaknya warga NU yang mengalami kecanduan internet dan menghabiskan sebagian besar waktunya berselancar di dunia maya, menguatkan LDNU untuk tak ragu lagi merancang dakwah digital secara serius," pungkasnya saat mengakhiri rapat.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim