Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lestarikan Budaya Salaf, Mahasiswa Unisma Gelar Pelatihan Baca Kitab Kuning

Lestarikan Budaya Salaf, Mahasiswa Unisma Gelar Pelatihan Baca Kitab Kuning
Pelatihan membaca kitab kuning. (Foto: NOJ/humas)
Pelatihan membaca kitab kuning. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) yang tergabung dalam kegiatan Kandidat Sarjana Menagbdi (KSM) kelompok 121 mengadakan program kegiatan akselerasi bimbingan baca kitab kuning sesuai kaidah nahwu dan shorof dengan metode Al Miftah Lil Ulum. Dengan dosen pembimbing, Thoriq Al Anshori mereka melakukan pengabdian di Pondok Pesantren Mahkamatul Ulum Banyu Urip Prapatan 1, Palengaan Laok, Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Bimbingan ini digelar dengan mengadakan akselerasi bimbingan baca kitab kuning sesuai kaidah nahwu dan shorrof dengan metode Al Miftah Lil Ulum. Hal ini bertujuan agar santri dapat mendalami ilmu agama yang disampaikan ulama melalui kitab kuning.

 

KH Abd Mu’ien, Pengasuh Pondok Pesantren Mahkamatul Ulum menyambut dengan hangat adanya peserta KSM Unisma. Ia berharap dengan adanya peserta KSM ini dapat membuat suatu inovasi di tengah pandemi dan dapat meningkatkan semangat belajar santri.

 

“Insyaallah dengan adanya bimbingan akselerasi baca kitab dengan metode Al Miftah Lil Ulum, santri mampu menguasai kitab kuning dalam waktu 1,5 bulan. Kami sangat berterima kasih atas datangnya mahasiswa Unisma,” katanya.

 

Menurut KH Abd Mu’ien, metode tersebut sudah dikembangkan di pesantren-pesantren di Indonesia. Yang mana Al Miftah Lil Ulum merupakan metode baca kitab kuning yang dibuat dan dikembangkan oleh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.

 

“Metode ini selain menekankan pada pemahaman, juga menekankan pada nadzhom. Adapun capaian yang menjadi target program ini adalah pengenalan kitab kuning kepada pemula, peningkatan analisis nahwu shorof untuk kalangan santri, dan peningkatan pemahaman makna kitab,” jelasnya.

 

Sementara itu, pelatihan yang dimulai sejak 3 Agustus 2021 tersebut hanya diikuti oleh 10 santri yang lulus tes. Yang mana ke 10 santri tersebut merupakan santri pilihan yang dibimbing secara khsusus untuk menjadi tutor untuk periode selanjutnya.


Editor:
F1 Bank Jatim