Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lewat Al-Banjari, Potensi Siswa MAUWH Tambakberas Jombang Kian Terasah

Lewat Al-Banjari, Potensi Siswa MAUWH Tambakberas Jombang Kian Terasah
Penampilan grup al-Banjari MAUWH Tambakberas, Jombang. (Foto: NOJ/YTb)
Penampilan grup al-Banjari MAUWH Tambakberas, Jombang. (Foto: NOJ/YTb)

Jombang, NU Online Jatim

Tiap-tiap siswa tentu memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Bakat dan minat merupakan dua hal yang saling berkaitan untuk mengenali potensi diri. Untuk mengoptimalkan potensi diri, maka pengembangan bakat harus sejalan dengan minat.

 

Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas, Jombang sebagai lembaga pendidikan tidak hanya menjadi wadah dalam meningkatkan potensi akademik siswa. Namun juga potensi non akademik yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. 

 

“Oleh karena itu, MAUWH Tambakberas mewadahi bakat dan minat siswa dalam kegiatan pengembangan diri,” kata Ustadz Mustaufikin, Rabu (21/07/2021). 

 

Untuk menggali, mengasah dan mengembangkan potensi dalam bidang seni musik, madrasah memberi wadah khusus dalam pengembangan diri seni al-Banjari atau PD Seni Al-Banjari.

 

“Seni al-Banjari merupakan sebuah kesenian islami yang menggunakan alat musik rebana yang dimainkan dengan cara dipukul oleh pemainnya dengan tangan,” terang Wakil Kepala bagian Hubungan Masyarakat MAUWH tersebut. 

 

Dikemukakan bahwa seni al-Banjari  biasanya dimainkan untuk mengiringi nyanyian dzikir maupun shalawat yang berisi pesan-pesan agama dan pesan-pesan sosial.

 

Keunikan seni Al-Banjari yaitu setiap pukulan pemain yang satu berbeda dengan pukulan pemain yang lain, juga terdapat rumus pukulan sehingga iringan musiknya menjadi harmonis. 

 

“Siswa yang mengikuti pengembangan diri ini dilatih cara memainkan rebana atau terbang dengan menggunakan rumus, teknik variasi pukulan dan lagu, olah vokal utama, olah vokal untuk backing vokal,” jelas dia .

 

Menurut alumunus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut, teknis latihan seni al-Banjari dengan meniru dan mempraktikkan secara langsung materi yang disampaikan oleh guru pembimbing. 

 

“Untuk menemani sekaligus mengawal potensi siswa, pengembangan diri al-Banjari dibimbing oleh Ustadz M Fadhli Munir setiap hari Selasa di madrasah,” jelas dia. 

 

Di ujung keterangan kepada NU Online Jatim, Ustadz Mustaufikin menjelaskan output dari pengembangan diri seni al-Banjari ini. Yakni sebagai sarana melatih kemampuan siswa dalam bidang musik yaitu untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dengan kreatifitas dalam seni Al-Banjari. 

 

“Di samping itu siswa yang ikut serta dalam pendampingan juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan perlombaan atau festival al-Banjari antar sekolah serta berpartisipasi dalam acara peringatan maulid Nabi, Isra’ Mi’raj atau acara keagamaan lainnya, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat,” tutupnya.


Editor:
F1 PWNU Jatim