Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lewat Film, Nahdliyin Milenial di Sumenep Diingatkan Perjuangan Ulama untuk Negara

Lewat Film, Nahdliyin Milenial di Sumenep Diingatkan Perjuangan Ulama untuk Negara
KH. Zarkasyi Abdurrahim (berdiri) ingatkan warga agar tidak melupakan Jas Merah dan Jas Hijau. (Foto : NOJ/ Firdausi).
KH. Zarkasyi Abdurrahim (berdiri) ingatkan warga agar tidak melupakan Jas Merah dan Jas Hijau. (Foto : NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

 

Pemutaran film jejak langkah 2 ulama (JL2U) bagian dari rentetan acara Pra Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang diputar di 5 titik. Jika kemarin diputar di Kecamatan Bluto, kali ini menyapa di Kecamatan Pragaan, Sabtu (18/ 09) malam.

 

Sebelum pemutaran film, KH. Zarkasyi Abdurrahim mengucapkan terimakasih kepada para penonton. Karena menurut pandangannya, ratusan penonton yang memadati auditorium adalah warga NU yang pro aktif dan ingin mengetahui sejarah masa silam.

 

Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut menegaskan bahwa Jas Merah dan Jas Hijau jangan sampai dilupakan oleh nahdliyin.

 

"Jangan sampai lupa pada 'Jas Merah' atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Jika kita mengingatnya maka kita termasuk minal muflihin," ungkapnya.

 

Selanjutnya, dan juga jangan sampai melupakan 'Jas Hijau' atau jangan sekali-kali menghilangkan jasa-jasa ulama. Karena jika kita melakukannya maka kita akan tau akibatnya. Sebaliknya jika kita mengakses jasa-jasa ulama maka kita akan mendapatkan manfaatnya baik bersifat diniyah, ad-dunyawiyah, dan ukhrawiyah.

 

Di kesempatan yang berbeda KH. Ahmad Junaidi Mu'arif mendeskripsikan kondisi di akhir zaman ini.

 

Menurut Ketua MWCNU Pragaan tersebut, saat ini Jas Merah dan Jas Hijau tidak lagi didengungkan oleh sebagian generasi tua kepada generasi muda. Bahkan ada sebagian oknum yang ingin memutar balikkan fragmen sejarah tersebut dan menyembunyikannya kepada khalayak.

 

"Semoga dengan dakwah film ini generasi milenial bisa merefresh memori dan mengingat kembali bahwa jamiyah sufufil ulama memiliki peran kepada negara saat mendeklarasikan Indonesia," pungkasnya.

 

Editor : Romza

Iklan promosi NU Online Jatim