Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Lewat Pembagian Takjil, Korp PMII Putri di Kediri Buktikan Kemandirian

Lewat Pembagian Takjil, Korp PMII Putri di Kediri Buktikan Kemandirian
Kopri Rayon Abu Nawas Sunan Ampel Kediri menyapa pengendara jalan dengan membagikan takjil. (Foto: NOJ/Alfi)
Kopri Rayon Abu Nawas Sunan Ampel Kediri menyapa pengendara jalan dengan membagikan takjil. (Foto: NOJ/Alfi)

Kediri, NU Online Jatim

Ramadlan tinggal beberapa hari lagi. Kesempatan yang tersisa hendaknya dimanfaatkan untuk berbuat kebajikan. Apalagi kegiatan yang berujung membantu orang lain, seperti pembagian takjil.

 

Hal itu sebagaimana dilakukan pengurus harian Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri atau Kopri Rayon Abu Nawas Komisariat Sunan Ampel Kediri. Kegiatan berlangsung Sabtu (01/05/2021) dengan menyapa pengendara di sekitar perempatan Bence.

 

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengamalan keilmuan dalam kader Kopri di mana bukan hanya mengadakan kajian ataupun diskusi, tapi harus berpikir bagaimana bentuk konkret dalam mengimplementasikannya,” kata Yulsiva A Nadhiroh.

 

Disampaikan Ketua Kopri Rayon Abu Nawas tersebut bahwa orientasi keilmuan dalam PMII adalah pegamalan ilmu yang sudah dipelajari dalam berproses. Dan dalam pandangannya, berbagi takjil merupakan ikhtiar dan pembuktian bahwa Kopri juga memiliki orientasi sosial.

 

“Orientasi kegiatan ini adalah bentuk dari manifestasi dari hablum minannas dimana sebagai kader PMII bukan hanya untuk berdiskusi tapi harus bersosial,” terangnya.

 

Dalam pandangannya, pembagian takjil juga sebagai bentuk kemandirian karena untuk dapat melaksanakan kegiatan, maka sejumlah pengurus dan anggota saling berbagi. Dari  dana yang terhimpun, kemudian dijadikan beberapa menu dalam jumlah tertentu dan dibagikan kepada pengendara yang lewat.

 

“Ini merupakan bentuk kemandirian dalam mengadakan sebuah kegiatan. Karena seringkali Kopri dipandang sebagai organisasi kemahasiswaan yang tidak bisa mandiri, serta berada di bawah bayang-bayang PMII,” keluhnya

 

Disampaikannya bahwa dengan pembagian takjil diharapkan kemandirian organisasi mahasiswa ekstra kampus tersebut kian tumbuh, dan pada saat yang sama eksistensi Kopri kian dirasakan.

 

“Dan dengan pembagian menu berbuka ini ada komunikasi dan sosialisasi antarpengurus maupun masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Alfi

Editor: Syaifullah


Editor:
F1 Bank Jatim Syariah (6/12)