Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LFA Annuqayah Sumenep Gelar Observasi Bulan Purnama

LFA Annuqayah Sumenep Gelar Observasi Bulan Purnama
Pengurus dan anggota LFA antusias saat mengikuti kegiatan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Pengurus dan anggota LFA antusias saat mengikuti kegiatan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Bulan purnama ketiga tahun 2021 akan muncul akhir pekan ini dan menawarkan kesempatan kepada pengamat langit untuk melihat bulan terbesar dan paling terang sepanjang tahun. Bulan purnama pada bulan Maret secara tradisional dikenal sebagai Bulan Cacing di belahan bumi utara, karena muncul pada akhir musim dingin saat tanah mulai mencair.

Penegasan ini disampaikan oleh Hamdan selaku Ketua Lembaga Falakiyah Annuqayah (LFA) Guluk-Guluk, Sumenep saat melakukan observasi bulan purnama yang rutin diselenggarakan setiap bulan. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang rukyat, serta mempraktikkan alat astronomi berupa teleskop handmade, Senin malam (29/03/2021) di Masjid Jami' Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep.

Menurutnya, pakar astronomi telah mencatat bahwa bulan purnama ini dapat dianggap sebagai Supermoon menurut beberapa definisi, karena kedekatannya dengan Bumi.

"Pertama kali diciptakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979, supermoon umumnya digolongkan sebagai bulan baru atau purnama yang berada dalam 90 persen dari perigee pendekatan terdekatnya ke bumi," paparnya saat mengutip hasil penelitian ahli.

Tak sampai di situ, dirinya memperjelas bahwa bulan purnama adalah salah satu fase bulan di mana bulan terletak di belakang bumi yang ditinjau dari matahari.

"Secara etimologi, purnama berasal dari bahasa Sanskerta, pūrṇimā. Hal ini terjadi karena satu fase bulan lamanya 29,5 hari, maka bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke-14 dan 15 dalam kalender
lunar," jelasnya alumni Pesantren Annuqayah Daerah Latee Guluk-Guluk itu.

Alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk tersebut menegaskan bahwa seluruh pengurus ataupun anggota LFA bisa merenungi betapa agung dan mulianya ciptaan Allah SWT. Serta masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang rukyat, mengetahui cara observasi baik dalam segi teori maupun praktik, dan mengetahui bentuk bulan purnama berdasarkan hasil rukyat.

Setelah pelaksanaan usai, Lukmanul Hakim selaku Sekretaris LFA mengatakan bahwa proses observasi kali ini berjalan lancar dan seksama.

“Alhamdulillah, observasi kali ini berlangsung dengan baik dan apik. Pasalnya, cuacanya sangat mendukung karena tidak adanya mendung apalagi hujan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, spirit pengurus maupun anggota tetap membara dalam mendalami lebih jauh tentang ilmu falak sebagai bekal bagi mereka ketika sudah boyong dari pondok,” pungkas pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa itu.

Acara ini melibatkan seluruh pengurus dan anggota LFA yang antusias dalam mempraktikkan teleskop handmade sebagai media utama untuk mengamati bentuk bulan purnama tepat berada di depan mata. Tidak hanya itu, bintang-bintang di sekeliling rembulan juga menjadi pemikat utama bagi mata untuk melihatnya dalam jarak radius terdekat. Kegiatan ini menghabiskan waktu 1 jam demi mengetahui bentuk bulan purnama yang sangat indah ini.


Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim