Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

LFNU Sumenep Sampaikan Ikhbar Menjelang Ramadlan

LFNU Sumenep Sampaikan Ikhbar Menjelang Ramadlan
Ketua LFNU Sumenep (pegang mic) sampaikan ikhbar menjelang Ramadlan (Foto: NOJ/Firdausi
Ketua LFNU Sumenep (pegang mic) sampaikan ikhbar menjelang Ramadlan (Foto: NOJ/Firdausi

Sumenep, NU Online Jatim

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep menyampaikan ikhbar menjelang Ramadhan kepada musyawirin di Pondok Pesantren Anwarul Abrar atau SMA Tarbiyatus Shibyan Jadung, Dungkek, Sumenep, Ahad (11/04/2021).

 

Moh Fathor Rois menyampaikan bahwa 1 Ramadlan 1442 H diperkirakan jatuh pada Selasa 13 April 2021. Itu didasarkan pada data astronomi yang menunjukkan bahwa ijtima' akhir Sya'ban terjadi pada Senin, 12 April 2021 jam 09.34 WIB.

 

"Tidak mungkin jatuh pada hari Senin 12 April 2021, karena hari itu adalah hari peralihan dari akhir Sya'ban ke awal Ramadlan. Tidak pula pada hari Rabu (14/04/2021), karena pada saat matahari terbenam sore hari Senin (12/04/2021), hilal sudah ada pada posisi 2,5 sampai sengan 3,5 derajat di wilayah Indonesia, sehingga besar kemungkinan hilal dapat dirukyat," kata Ketua LFNU Sumenep itu saat mengawali ikhbarnya.

 

Sedangkan 1 Syawal 1442 H diperkirakan jatuh pada hari Kamis (13/05/2021). Itu didasarkan pada data astronomi yang menunjukkan bahwa ijtima' akhir Ramadhan terjadi pada hari Rabu 12 Mei 2021 jam 02.00 WIB. Sehingga tidak mungkin menjadikan hari itu sebagai awal bulan, karena hari itu adalah hari peralihan dari akhir Ramadhan ke awal Syawal.

 

Pria yang berprofesi sebagai guru ngaji tersebut mengutarakan bahwa PCNU Sumenep telah menerbitkan jadwal imsakiyah Ramadan 1442 H, dengan penekanan jam harus dicocokkan dengan jam.bmkg.go.id.

 

"Jadwal tersebut aman digunakan di sepanjang Sumenep bagian barat (perbatasan dengan Pamekasan). Adapun distributor utamanya adalah Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). Maka pihak yang membutuhkannya bisa menghubungi pengurus tersebut," imbaunya pria kelahiran Gapura Timur, Sumenep itu.

 

Tak sampai di situ, ia menegaskan bahwa jadwal imsakiyah Ramadlan dengan jadwal waktu shalat abadi ada perbedaan.

 

"Jadwal Imsakiyah disusun berdasarkan data gerak matahari sejati sesuai tanggal-tanggal yang bersangkutan. Sedangkan jadwal waktu

shalat abadi disusun berdasarkan data gerak matahari rata-rata. Maka tentu hasilnya beda. Tetapi perbedaan itu hanya pada desimal sesudah detik, maksimal hanya berpengaruh pada detiknya saja, tidak sampai pada menit. Jadi, menggunakan jadwal imsakiyah maupun jadwal waktu sholat abadi, secara fikih, sama saja," terangnya.

 

Di akhir penyampaiannya, ia menambahkan bahwa tidak ada konversi menit per desa. Karena jadwal waktu shalat maupun imsakiyah itu sudah ditambah waktu ihtiyath 2 menit, yang setara dengan jarak 55 km dari pusat penghitungan.

 

"Dengan demikian, jadwal imsakiyah aman digunakan oleh warga NU. LFNU siap bertanggung jawab," tandasnya.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim