Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Libur Ramadlan, Santri di Pulau Giliraja Sumenep Lomba Nasyid Islami

Libur Ramadlan, Santri di Pulau Giliraja Sumenep Lomba Nasyid Islami
Santri cilik di Pulau Giliraja, Sumenep, Madura, tampil dalam lomba puisi yang dilaksanakan JSA. (Foto: NOJ/pcnusumenep.or.id
Santri cilik di Pulau Giliraja, Sumenep, Madura, tampil dalam lomba puisi yang dilaksanakan JSA. (Foto: NOJ/pcnusumenep.or.id

Sumenep, NU Online Jatim

Momentum liburan pondok saat Ramadlan tahun 2021 betul-betul dimanfaatkan dengan baik oleh kalangan santri. Misalnya para santri di Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep, Madura, yang tersebar di beberapa daerah berlomba menebar manfaat bagi masyarakat khususnya pada santri yang belum mondok di luar Giliraja.

 

Setelah Komunitas Taretan Giliraja memulai kegiatan Pekan Seni dan Literasi sejak Jumat (09/o4/2021), pada Ahad (11/04/2021) giliran Jaringan Santri Annuqayah (JSA) Giliraja menggelar gebyar lomba dan temu alumni dengan tema “Tafakur Santri Untuk Kiai dan Negeri” bertempat di Pesantren Attaqwa Desa Jate Giliraja.

 

Gebyar lomba dan temu alumni yang diselenggarakan oleh JSA Giliraja menyuguhkan tiga jenis lomba, yaitu lomba baca puisi, tartil dan nasyid Islami. Kegiatan ini berakhir pada Senin (12/04/20210 dan mendatangkan salah satu masyayikh dari Pondok Pesantren Annuqayah.

 

Masa libur pondok harus dimanfaatkan semaksimal dan sebaik mungkin. Dalam hal ini, JSA ikut ambil bagian dalam mengawasi teman-teman santri agar mereka tidak terlena dengan istilah liburan. Pondok memang memberikan kesempatan pada santri untuk liburan, tapi sifat kesantrian dan kebiasaan baik di pondok tidak boleh libur di tengah kehidupan masyarakat.

 

“Santri yang pulang dari pondok harus tetap saling mengontrol atau menasihati, terutama terkontrol oleh yang lebih senior atau pun alumni. Dari pada keluyuran saat liburan, lebih baik di rumah saja, banyak membaca, membantu orang tua, dan yang sangat penting adalah kembali ke habitat aslinya, menebar manfaat bagi masyarakat dan menjadi pelopor gerakan memakmurkan masjid terdekat,” kata Ketua JSA Shahibul Anam, dikutip dari pcnusumenep.or.id, Selasa (13/04/2021).

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Gebyar Lomba dan Temu Alumni Moh Maghfiri Rofiqi menuturkan, kegiatan gebyar lomba dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antar santri di Giliraja serta menjaring bakat santri sebagai persiapan menuju pondok pesantren lanjutan di luar Giliraja.

 

“Maksud dan harapan terselenggaranya kegiatan festival Ramadhan yang dikemas dengan Gebyar Lomba ialah; pertama tentu sebagai media silaturahim antar lembaga. Yang kedua terkait dengan minat dan bakat, tentunya banyak sekali bibit unggul dari santri Giliraja ini yang sudah siap dipasarkan,” ujarnya.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim