Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Masjid Ainul Yaqin Unisma Luncurkan Program Madin dan Kajian Kontemporer

Masjid Ainul Yaqin Unisma Luncurkan Program Madin dan Kajian Kontemporer
Prof Maskuri, Rektor Unisma memberikan sambutan saat peluncuran Madin dan kajian kontemporer Masjid Ainul Yaqin. (Foto: NOJ/humas)
Prof Maskuri, Rektor Unisma memberikan sambutan saat peluncuran Madin dan kajian kontemporer Masjid Ainul Yaqin. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma) meluncurkan Madrasah Diniyah (Madin) dan kajian kontemporer. Peresmian tersebut disertai dengan santunan kepada puluhan anak yatim, pada Jumat (22/01/2021).

 

Acara ini dihadiri oleh Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, Wakil Rektor III, Dr Ir H Badat Muwakhid, Direktur Masjid dan Pesantren Ainul Yaqin Unisma, Muhammad Zainul Fadli, Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma, Kukuh Santoso, dan Kepala Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin Unisma, Dr H Syaifudin.

 

Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri mengapresiasi berdirinya Madin dan program kajian kontemporer. Dengan dua program ini, maka Masjid Ainul Yaqin Unisma semakin bermakna.

 

“Inilah yang kami tunggu-tunggu. Karena masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pendidikan, pusat budaya, dan peradaban,” katanya.

 

Prof Maskuri mengatakan sejauh ini kegiatan ibadah, kajian pendidikan, dan pemberdayaan sudah berjalan di Masjid Unisma. Tinggal dilanjutkan pada bidang budaya dan peradaban. Dan perlu inovasi dan pemikiran kreatif dari pengurus takmir, santri Pondok Pesantren Ainul Yaqin, dan Civitas Akademika Unisma pada umumnya.

 

“Masjid sebagai pusat pengembangan umat dari berbagai sisi. Maka perlu adanya inovasi agar fungsi masjid bisa optimal,” terangnya.

 

Prof Maskuri menegaskan, bahwa santri Madin Masjid Ainul Yaqin yang berjumlah 28 anak merupakan generasi muda Islam. Di Madin, karakter mereka ditempa dan diperkuat dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.  

 

“Orang yang berilmu dan yang didasari dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin, sangatlah langka. Maka perlu dilestarikan oleh Madin Masjid Ainul Yaqin,” ujarnya.

 

Adapun program kajian kontemporer, akan dimulai Minggu depan. Materinya akan mengangkat tentang isu-isu terkini dari bidang apapun. Baik bidang ekonomi, sains, kedokteran, bahasa, pendidikan, dan lain sebagainya dengan pematerinya dosen-dosen Unisma.

 

Prof Maskuri menerangkan, bahwa nantinya materi kajian kontemporer terintegrasi dengan Al Quran.

 

"Sehingga dapat memperkuat bidang keilmuan dan keimanan para civitas akademika Unisma. Segala sesuatu ada jalannya. Dan jalan menuju surga adalah ilmu. Ilmu harus diperbarui, untuk meningkatkan kualitas takwa dan kualitas hidup kita,” pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

 

PWNU Jatim Harlah