Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Melihat dari Dekat Geliat Pagar Nusa di Kawasan Madura

Melihat dari Dekat Geliat Pagar Nusa di Kawasan Madura
Peserta latihan rutin Pagar Nusa di Ambunten, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Peserta latihan rutin Pagar Nusa di Ambunten, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Jujur, ikhlas, sportif, berani mengabdi, teguh pendirian, dan elegan merupakan hal yang harus dimiliki pendekar Pagar Nusa. Eksistensinya sebagai Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) selalu bergerak pada pengembangan seni bela diri.

 

Perkembangan olahraga seni bela diri tersebut berkembang di Sumenep, salah satunya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Ambunten yang selalu melakukan latihan. 

 

Sulaiman Firdausi menjelaskan bahwa saat ini beragam perguruan pencak silat mulai merapatkan barisan di PAC Pagar Nusa sehingga saat latihan terdapat banyak jurus yang dimainkan. Dari mulai cimande, pamor, cobra, kucing hitam, dan jurus lain.

 

Pelatih PAC Pagar Nusa Ambunten tersebut juga mengutarakan bahwa selain jurus, ada pula senjata tajam yang dimainkan saat latihan berlangsung. “Dari mulai pisau, celurit, pedang, dan karambet. Sedangkan dari benda tumpul juga ada seperti toya atau tongkat dan double stick,” katanya, Selasa (21/7).

 

Dijelaskannya bahwa dirinya selalu mendukung kegiatan kumpulan Pagar Nusa untuk menjaga kebudayaan dan kesenian lokal. Juga berharap agar kegiatan tetap dipertahankan generasi muda. 

 

H Zainal Abidin menambahkan bahwa Pagar Nusa merupakan organisasi yang mewadahi semua perguruan pencak silat. Karena namanya diambil dari akronim 'Pagar NU dan Bangsa'.

 

Ketua PAC Pagar Nusa Ambunten tersebut menegaskan bahwa setiap perguruan satu barisan dengan Pagar Nusa demi menjadi Pagar NU dan bangsa hingga akhir hayat.

 

"Bagi generasi milenial, mari bergabung ke Pagar Nusa yang di dalamnya tidak hanya melatih olah raga, tetapi juga melatih olah rasa," ajaknya. 

 

Ahmad Faqih Al-Uraidi menjelaskan anggota PAC Pagar Nusa Ambunten tidak hanya dari kalangan sesepuh, ada juga siswa dan mahasiswa. Sebagian dari mereka menceritakan pengalaman saat aktif di Banom NU ini bahwa selain ilmu bela diri, juga belajar ilmu agama, spiritual, pijat penyembuhan, NU, kebangsaan dan kenegaraan. 

 

"Sebelum latihan, seluruh anggota melaksanakan shalat Isya berjamaah dan diisi dengan tausiyah agama serta beberapa amalan khusus," ujar Faqih yang juga mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk. 

 

Latihan biasanya dimulai dengan pemanasan atau senam fisik, dasar bela diri, jurus, sambung atau berduel, mental, ketangkasan, kekuatan dan ketahanan fisik. Saat kegiatan diiringi musik tradisional agar latihannya semakin sakral. Bahkan terkadang para sesepuh melakukan uji nyali seperti kebal dari senjata tajam serta ilmu batin dan kanuragan.

 

"Jadi saya ikut Pagar Nusa tidak ingin memamerkan kemampuan atau menyombongkan diri. Alasan aktif adalah ingin menjadi garda terdepan NU dan NKRI," pungkasnya. 

Iklan promosi NU Online Jatim