Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Melihat dari Dekat Persiapan Konfercab NU Sumenep

Melihat dari Dekat Persiapan Konfercab NU Sumenep
KH Panji Taufiq (kanan) menjelaskan terkait pelaksanaan Konfercab NU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
KH Panji Taufiq (kanan) menjelaskan terkait pelaksanaan Konfercab NU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam sebuah kegiatan perlu adanya beberapa persiapan terkait teknis pelaksanaan. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan yang direncanakan berjalan maksimal seperti diharapkan. Termasuk juga dalam Kenferesi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Sumenep 2020 ini.

 

Menyikapi hal tersebut, Panitia Konfercab NU Sumenep melakukan koordinasi dengan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang ada. Kegiatan dilaksanakan pada bahtsul masail Komisi Tanfidziyah PCNU Sumenep, di Masjid Nurul Hidayah, Desa Aengtongtong, Saronggi, Ahad (13/9/2020).

 

KH A Pandji Taufiq dalam sambutan mengatakan agar sanantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Karena telah bisa bisa bergabung dan berkhidmah di NU lewat perkumpulan salah satunya adalah bahtsul masail.

 

"Insyaallah barakah selalu berkumpul di NU, Sumenep menjadi salah satu kabupaten yang paling berakhlak, paling tidak menurut saya pribadi," katanya.

 

Disampaikan pula, bahwa Nahdliyin selalu mendengarkan adagium di luar. Jika ingin mengetahui jantungnya Jawa, lihatlah Kota Solo, dan Solonya Madura adalah Sumenep.

 

“Karena setidaknya, dari empat kabupaten di Madura, Sumenep merupakan kabupaten yang paling halus tutur katanya. Tidak hanya tutur bahasa, tapi juga tingkah laku semuanya,” kata Kiai Panji, sapaan akrabnya.

 

Hal ini tidak lain termasuk dari berkah berkhidmah di NU. Mengingat, di Sumenep kumpulan NU paling konsisten dilaksanakan, dalam setiap bulan. Paling tidak di antara empat kabupaten di Madura.

 

"Bahkan tidak hanya berkumpul, tapi juga mengaji kitab. Yakni mengaji kitab ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah, yang dalam AD/ART dikenal dengan sebutan bahtsul masail," ungkapnya.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep dua periode inipun menambahkan, bahwa keberadaan jamiyah Sumenep berbeda dengan yang lain. “Yakni merupakan PCNU yang selalu berkembang bersama masyarakat. Contohnya, mau mengadakan konferensi, dilaksanakan bersama lewat Koin Konfercab yang dijalankan di MWCNU dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama atau PRNU yang tersebar di Sumenep,” jelasnya.

 

Hal tersebut dilakukan karena Konfercab NU Sumenep pendanaannya murni hasil swadaya Nahdliyin. Tidak mengajukan kepada pihak mana pun, serta tidak menerima sumbangan dari pemerintah, partai politik atau pun perusahaan.

 

Diutarakan bahwa NU Sumenep besar bersama masyarakat. Banyak MWCNU yang telah membangun kantor, bahkan beberap juga di tingkatan PRNU dengan memanfaatkan kekuatan Nahdliyin.

 

“Hal ini sesuai dengan yang didawuhkan KH Abdul Wahab Chasbullah, bahwa NU itu kuat,” tegasnya.

 

Dalam pandangannya, hal tersebut bukan untuk dipidatokan, tapi untuk diwariskan kepada generasi penerus. Dengan demikian, konsep dan kondisi yang ada jangan diubah.

 

 

Teknis Pelaksanaan Konfercab

Berkaitan dengan teknis pelaksanaan Konfercab, Kiai Zainul Hasan menjelaskan, bahwa selain pemilih dari tingkatan PCNU, setiap MWCNU dan PRNU juga memiliki satu hak suara. Hal itu digunakan untuk memilih Ketua PCNU Sumenep, dengan dipilih oleh pengurus tanfidziyah di masing-masing tingkatan.

 

"Sedang pengurus syuriah diberikan mandat untuk mengusulkan tim Ahlul Halli Wal Aqdi atau Ahwa, yang nantinya akan memilih rais," jelasnya.

 

Ketua Panitia Konfercab ini menambahkan, bahwa konstituen yang memiliki hak suara berjumlah 298 yakni MWCNU dan PRNU yang telah mengantongi SK kepengurusan.

 

"Kemungkinan yang punya hak pilih di tingkatan PRNU akan bertambah. Apabila belum memiliki SK kepengurusan, hendaknya mengajukan pembuatan SK selambat-lambatnya sepekan sebelum pelaksanaan Konfercab," tuturnya.

 

Untuk diketahui, Konfercab ini mengusung tema ‘Membangun Kemandirian Jam'iyah dan Jama'ah dengan Menguatkan Ranting NU Menjelang An-Nahdlah Ats-Tsaniyah’.

 

Permusyawaratan tertinggi di PCNU Sumenep tersebut akan dipusatkan di Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin, Gapura, pada Ahad (27/9/2020). Yang juga istimewa, Konfercab menerapkan protokol Covid-19, mengingat saat ini sedang dalam masa pandemi.

 

Editor: Syaifullah

Iklan Hari Pahlawan