Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Menengok Rutinan Ratibul Haddad di Kepulauan Jauh di Sumenep

Menengok Rutinan Ratibul Haddad di Kepulauan Jauh di Sumenep
Rutinan Ratibul Haddad tiap malam Jumat manis warga Nonggunong, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. (Foto: Faruq Fanza Podey untuk NOJ)
Rutinan Ratibul Haddad tiap malam Jumat manis warga Nonggunong, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. (Foto: Faruq Fanza Podey untuk NOJ)

Sumenep, NU Online Jatim

Kegiatan keagamaan di kawasan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, bergeliat. Contohnya di Kecamatan Nonggunong, Kepulauan Sapudi. Di sana, pemuda setempat yang mayoritas Nahdliyin rutin mengadakan Ratibul Haddad di Masjid Al-Huda setiap Kamis malam atau malam Jumat manis. Belum lagi kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

 

Rutinan Ratibul Haddad digelar Gerakan Pemuda Peduli Masjid (GP2M) Al-Huda Parapat. Selain Ratibul Haddad, pada Kamis malam kemarin (25/03/2021) juga digelar tahlil bersama. Kegiatan diikuti oleh santri, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan disiarkan secara langsung melalui Facebook yang diikuti secara online oleh warga Nonggunong yang ada di perantauan.

 

Takmir Masjid Al-Huda sekaligus Wakil Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong K Abd Rahman Sumarwa dalam tausiyahnya mengatakan, banyak manfaat bisa direngkuh dari pembacaan Ratibul Haddad. Salah satunya dapat mengusir setan. 

 

“Saya mengingatkan masyarakat agar selalu waspada jangan sampai kalah berperang melawan setan, karena sangat berbahaya. Dengan adanya Ratibul Haddad, semoga kita bisa terjaga dari setan,” kata Kiai Rahman.

 

Ketua G2PM Ustadz Fauzi Hasino menyampaikan agar masyarakat kompak dalam kegiatan rutinan agar lebih dekat dengan masjid walaupun satu bulan sekali. Lebih baik lagi jika setiap waktu untuk melakukan shalat berjamaah.

 

“Bagi anak-anak kecil, harus hadir dan ikut membaca Haddad juga, jika tidak hafal harus dihafalkan untuk menjadi kebiasaan di masa yang akan datang,” kata Wakil Katib MWCNU Nonggunong itu.

 

Selain pembacaan Ratibul Haddad, kegiatan malam Jumat manis itu juga diisi dengan pembacaan tahlil, lalu ditutup dengan pembacaan doa. Selain rutinan itu, GP2M Al-Huda juga istiqamah mengadakan kegiatan keagamaan lainnya, seperti Isra' Mi'raj, peringatan malam Nuzulul Qur'an, dan lainnya.

 

Penulis: Faruq Fanza Podey

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan