Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Mengenal Qurrotul Uyun, Doktor Termuda Uinkas Jember

Mengenal Qurrotul Uyun, Doktor Termuda Uinkas Jember
Hj Qurrotul Uyun bersama suami usai ujian disertasi. (Foto: NOJ/SDm)
Hj Qurrotul Uyun bersama suami usai ujian disertasi. (Foto: NOJ/SDm)

Jember, NU Online Jatim

Hj Qurrotul Uyun merupakan salah satu dosen Universitas Islam Negeri Kiai Ahmad Siddiq (Uinkhas) Jember yang berhasil meraih gelar doktor pada usia tergolong muda, 27 tahun.

 

Perempuan kelahiran Jember 1993 ini baru saja merampungkan ujian akhir program doktor ilmu hukum bidang Hukum Tata Negara (HTN) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (21/04/2021). Prestasi tersebut membuat dosen Fakultas Syari'ah di Uinkhas Jember ini sebagai doktor termuda di kampus setempat.

 

Kepada NU Online Jatim, Uyun, sapaan akrabnya menjelaskan kalau riwayat pendidikannya diawali dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumber Bulus 3 Ledokombo Jember.

 

“Lalu saya melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Al-Amin, Prenduan Sumenep,” katanya, Sabtu (01/05/2021).

 

Pada 2011, menempuh studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jember hingga selesai 2015 dengan predikat cumlaude. Di tahun yang sama, melanjutkan pendidikan magister ilmu hukum di Undip, dan selesai 2016 dengan masa studi 1 tahun 3 bulan yang predikatnya sama.

 

Tak sampai di situ, pada akhir 2017 kembali melanjutkan studi dengan menempuh program doktor ilmu hukum di kampus yang sama. Disertasinya meneliti kebijakan hak hukum diaspora Indonesia di Asia Tenggara dan Australia. Hasilnya, ia kembali lulus dengan predikat cumlaude.

 

Uyun berkata, selama masa kuliah banyak hal berkesan yang dialami. Namun yang paling membekas justru saat menempuh program doktor. Karena saat mengerjakan disertasi tengah hamil.

 

"Saat sebelum sidang seminar hasil penelitian, saya memasuki hamil bulan pertama. Saya ujian promosi doktor pada saat usia kehamilan sembilan bulan. Dokter memberikan prediksi kehamilan akhir bulan April ini. Mudah-mudahan lancar," ungkapnya.

 

Meski menyelesaikan disertasi saat hamil, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Dirinya bertekad segera menyelesaikan kuliah dengan baik, mengikuti jejak sang suami, Wildan Hefni.

 

"Yang menjadi penyemangat saya yaitu ingin mengikuti jejak suami yang pada Februari lalu lulus ujian promosi doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ungkapnya.

 

Dirinya juga mengemukakan bahwa semangatnya semakin menggebu lantaran ingin membahagiakan kedua orang tua dan anak tentu saja sang buah hati.

 

“Juga sebagai kado bagi buah hati saya nanti setelah lahir," akunya.

 

Dalam disertasinya, Uyun mengkaji tentang konseptualisasi kebijakan hak hukum bagi diaspora Indonesia dalam konteks negara kesejahteraan. Ide penggarapan berawal dari keingintahuan terhadap fenomena diaspora yang menjadi fenomena global dengan tren positif meningkatnya imigran sukses di abad ke 21.

 

Dalam disertasinya ini pula, Uyun menggali data di beberapa tempat, termasuk lembaga dan kementerian. Seperti di Kemenkumham RI, Kemenlu, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, DPR RI, Ikatan Indonesian Diaspora Network Indonesia (IDN), dan lainnya.

 

Selain di dalam negeri, Uyun menggali data di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia.

 

Karenanya, penelitiannya menawarkan konsep ideal perlindungan hak hukum bagi diaspora Indonesia yang didasarkan pada paradigma One Pancasila Identity Concept atau OPIC.

 

“OPIC inilah yang menjadi landasan untuk memperjelas tujuan regulasi tentang pengaturan hak hukum diaspora yang seutuhnya,” jelasnya.

 

Dirinya berharap, pengalamannya bisa menginspirasi perempuan lain untuk terus berkiprah dan memperbanyak karya.

 

Dalam pandangannya, perempuan juga memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk meraih ilmu hingga gelar doktor.

 

“Perempuan juga mempunyai kesempatan untuk tampil di muka publik menjadi akademisi, dan sebagainya,” ungkap dia.

 

Karenanya Uyun mengutarakan bahwa perempuan jangan takut untuk berkiprah dan jangan pernah lelah meningkatkan keilmuan, terutama bagi generasi milenial.

 

“Saya perempuan yang berusia 27 tahun dan sedang hamil, alhamdulillah bisa menyelesaikan strata tiga dengan penuh perjuangan,” katanya.

 

Dan tepat di hari Kartini, 21 April 2021, dirinya dinyatakan lulus doktor.

 

“Semoga memberikan inspirasi kepada semua orang," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 

F1 Promosi Iklan