Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Meriahkan Harlah, MWCNU di Sidoarjo Luncurkan 1434 Kartanu dan Kirab 98 Oncor

Meriahkan Harlah, MWCNU di Sidoarjo Luncurkan 1434 Kartanu dan Kirab 98 Oncor
MWCNU Buduran, Kabupaten Sidoarjo meluncurkan 1434 Kartanu dan menggelar Kirab 98 oncor dalam puncak peringatan Harlah NU ke-98, Ahad (28/02/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
MWCNU Buduran, Kabupaten Sidoarjo meluncurkan 1434 Kartanu dan menggelar Kirab 98 oncor dalam puncak peringatan Harlah NU ke-98, Ahad (28/02/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Puncak Hari lahir (Harlah) ke-98 versi hijriyah Nahdlatul Ulama (NU) yang jatuh pada tanggal 16 Rajab 1442 H atau tanggal 28 Februari 2021 dalam kalender Masehi. Hal tersebut sekaligus mengingatkan kita bahwa dua tahun lagi NU akan berusia satu abad dengan hitungan hijriyah.

 

Peringatan Harlah ke-98 NU akan menjadi semangat untuk mengukuhkan trilogi ukhuwah NU, yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah atau insyaniyah.

 

Trilogi ukhuwah NU tersebut yang menjadi semangat digelarnya peringatan puncak Harlah ke-98 NU oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (28/02/2021) malam.

 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, KH Zainal Abidin dalam sambutannya menuturkan, disaat usianya hampir mendekati satu abad, tidak hanya orang Indonesia yang suka dengan NU, tapi bahkan masyarakat di luar negeri.

 

“Banyak negara-negara di luar negeri yang semakin tertarik dengan NU, mengapa demikian? karena NU didirikan tidak hanya sekedar membuat sebuah organisasi biasa, tapi NU didirikan melalui riadloh dan mujahadah yang panjang. Dan yang mendirikan NU adalah wali-wali Allah, sehingga NU semakin hari bukan semakin dijauhi tapi semakin hari akan dicintai oleh seluruh dunia,” kata mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo tersebut.

 

Lebih lanjut, Kiai Zainal menegaskan, bagi kita semua yang memiliki keyakinan bahwa jika serius berkhidmah kepada NU, seluruh kehidupannya akan dijamin kemudahannya oleh Allah SWT.

 

“NU didirikan sebagai wajah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, apapun bentuk kegiatannya apakah itu Tahlilan, Yasinan, Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah  Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan sekarang lagi musimnya Kartanu. Orang NU tidak punya Kartanu tidak keren, tapi jangan sampai terjadi sudah punya Kartanu tapi tidak ikut kegiatan NU, mari kita komitmen kepada NU,” tegasnya.

 

Menurut pandangannya, satu abad NU merupakan saat munculnya pembaharuan. 100 tahun yang lalu di tahun 1926, sejarah telah mencatat bahwa ulama Indonesia mampu menggetarkan dunia dengan komite hijaz yang mampu menghadang keinginan pemerintah Arab Saudi kala itu yang akan menghancurkan makamnya baginda Nabi Muhammad SAW.

 

“Maka, di usia satu abad NU saat ini, sudah saatnya NU akan kembali menggetarkan dunia, akhirnya nanti NU tidah hanya ada di Indonesia, tapi juga ada NU Malaysia, NU Syiria, NU Korea, NU Afganistan, dan NU-NU yang lainnya. Dan pada akhirnya NU akan mendunia, kebangkitan peradaban yg kedua akan bangkit dari Indonesia dan pelaku utamanya adalah NU,” terang Kiai Zainal.

 

Sementara itu, Ketua MWCNU Buduran Ustadz M Zakki Mubarok, mengemukakan bahwa dalam puncak acara peringatan Harlah ke-98 NU kali ini panitia sengaja menampilkan oncor (obor) sebanyak 98 buah di dalam kirab. Karena oncor bagi orang jawa mengandung filosofi urip iku kudu murup (hidup itu harus bermanfaat), maka hadirnya NU ditengah-tengah masyarakat harus benar-benar memberikan manfaat.

 

“Kita ingin meneladani semangat para muassis, sehingga semangat kita tidak padam dalam berkhidmah di NU. Bagaimana kita hidup bisa memberikan manfaat dan dalam aktivitas kita sehari-hari bisa mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan oleh NU,” ujarnya kepada NU Online Jatim usai acara.

 

Dijelaskannya, terkait jumlah 1344 Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang di luncurkan, sebagai pertanda bahwa NU didirikan pada tahun 1344 Hijriyah. Dan yang menggembirakan, sementara ini Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Buduran tercatat sebagai MWCNU dengan jumlah pendaftar Kartanu terbanyak se-Kabupaten Sidoarjo.

 

“Kami berharap, rakyat Indonesia ke depan tidak mudah terpapar radikalisme, kita harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebhinekaan yang ada di Indonesia. Mari kita rawat kebhinekaan ini dengan baik, dari sisi agama, ras, maupun suku,” pungkasnya.

 

Rangkaian acara peringatan Harlah ke-98 NU  dipusatkan di kantor MWCNU Buduran. Diawali pagi hari dengan Khotmil Qur’an bil ghoib, dilanjutkan Bakti Sosial (Baksos) Barisan Ansor Serbaguna Husada (Basada), dan puncak acara dimeriahkan dengan kirab napak tilas 98 oncor, serta peluncuran 1344 Kartanu, sekaligus penyerahan secara simbolis Kartanu kepada Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi, Danramil Buduran, dan beberapa orang lainnya.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Pengurus PCNU Sidoarjo, Danramil Buduran, jajaran pengurus MWCNU Buduran beserta lembaga dan Badan otonom (Banom), beberapa utusan dari MWCNU Tanggulangin dan Gedangan, serta tamu undangan lainnya.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim