Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Milenial, Simak Ajakan Ketua IPPNU Bondowoso soal Islam Ramah

Milenial, Simak Ajakan Ketua IPPNU Bondowoso soal Islam Ramah
Ketua IPPNU Bondowoso Deva Setiawati. (Foto: NOJ/AW)
Ketua IPPNU Bondowoso Deva Setiawati. (Foto: NOJ/AW)

Bondowoso, NU Online Jatim

Insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/03/2021), menimbulkan luka mendalam di benak seluruh elemen bangsa. Kedamaian yang disemai di negeri ini tercederai oleh kelompok yang memiliki pemahaman radikal ekstrem, apalagi diatasnamakan agama.

 

Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bondowoso Deva Setiawati turut sedih dengan peristiwa itu. Menurutnya, aksi teror itu bertolak belakang dengan semangat toleransi yang dipupuk sejak lama oleh pendiri negeri ini dan tokoh agama-agama di Indonesia.

 

"Apalagi agama Islam, Islam adalah agama yang  Rahmatan lil  Alamin yang damai dan cinta Tanah Air," kata Deva kepada NU Online Jatim, Rabu (31/03/2021).

 

Karena itu, Deva mengajak generasi milenial, terutama para pemuda dan pemudi NU, agar berhati-hati dalam menyerap informasi tentang pengetahuan agama dari sumber dan kelompok yang tidak jelas, apalagi diperoleh dari media sosial.  

 

Deva berpendapat, salah satu penyubur terorisme adalah media sosial. Kelompok radikal ekstrem memanfaatkan dunia maya untuk menyebarkan pemahaman kerasnya melalui postingan semacam video dengan konten yang seakan-seakan terkesan agamis. Di situlah jebakan dibangun oleh kelompok seperti itu.

 

Deva juga mengajak kepada semua elemen masyarakat, organisasi masyarakat, dan aparat pemerintahan untuk sama-sama menjaga keutuhan bangsa, agama, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

"Mari lakukan pengamanan yang ketat pada diri, keluarga, dan masyarakat sekitar agar tidak terpengaruh dengan paham Islam yang keras, khususnya pengamanan di media sosial," kata Deva.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 PWNU Jatim