Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Musik sebagai Pelestari Budaya dan Pemersatu Bangsa

Musik sebagai Pelestari Budaya dan Pemersatu Bangsa
Ustadz Firdausi (tengah), saat mengisi acara Seminar Paduan Suara dalam rangka Harlah PSM INSTIKA, Guluk-Guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
Ustadz Firdausi (tengah), saat mengisi acara Seminar Paduan Suara dalam rangka Harlah PSM INSTIKA, Guluk-Guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam sejarah perkembangan Islam, Al-Farabi membuat alat musik dengan satu irama dan dikenal dengan Al-Qanun. Di zaman ini, para penikmat musik sudah bisa menciptakan beragam irama.

 

Hal ini diutarakan oleh Ustadz Firdausi saat mengisi seminar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ke XVI, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep. Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ini dilaksanakan di aula As-Syarqawi, Pondok Pesantren Annuqayaah Guluk-Guluk Sumenep, Kamis (04/02/2021).

 

Dosen Instika Guluk-Guluk ini mendefinisikan musik sebagai hasil olahan suara yang diberikan irama, sehingga memiliki nilai kesetaraan. Dari perspektif tersebut, hakikatnya musik timbul dari perasaan manusia, sebagai wujud ekspresi diri yang diolah dari suatu nada dan diatur dengan irama. Kemudian pada akhirnya, musik turut serta dalam proses pelestarian budaya dan pemersatu bangsa.

 

Ia pun merumuskan fungsi musik. Antara lain sebagai ungkapan rasa emosional, penghayatan estetis, media hiburan dan komunikasi, simbol dan reaksi jasmani, media norma sosial.

 

“Selain itu, juga sebagai pengesahan lembaga sosial, kesinambungan pelestarian budaya, pemersatu bangsa, dan promosi dagang,” katanya.

 

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Ta'lif wa an-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sumenep menegaskan bahwa substansi musik ada pada suara dan nada (notasi) yang ditunjukkan dengan tinggi rendahnya nada.

 

"Nilai estetika musik harus diejawantahkan dengan rasa, didukung oleh aransemen sastra lagu dan lirik," ungkapnya.

 

Dirinya menjelaskan, bahwa unsur pokok musik terdiri dari suara, nada, ritme/irama, melodi, harmoni, notasi, dan akor. Untuk unsur ekspresi didukung oleh tempo, dinamik, dan warna nada.

 

Bahkan, mantan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan (kini IAIN Madura) ini pun menceritakan pengalamannya mengenal musik.

 

“Saya mengenal musik pertama kali saat aktif di drum band ketika nyantri di Al-Amien Prenduan. Kemudian mengenal musik lebih dalam saat aktif di UKM musik,” tuturnya.

 

Di akhir penyampaiannya, pria yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut memberikan pesan penting.

 

"Perhatikan intro, menyanyilah sesuai dengan irama notasi, jiwailah saat menyanyikan lagu. Jika dijalani, maka akan lahir cengkok atau lahjah yang indah," pungkasnya.

 

Acara yang mengusung tema 'Ekspresi Musik: Pemersatu Bangsa' tersebut diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada narasumber dari perwakilan PSM Instika Guluk-Guluk, Sumenep.

 

Kontributor: A Habiburrahman

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim