Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Nahdliyin di Sumenep Diingatkan Agar Tidak Mudah Termakan Hoaks

Nahdliyin di Sumenep Diingatkan Agar Tidak Mudah Termakan Hoaks
KH. Showi Umar, saat sambutan dalam acara Harlah NU ke-95 PRNU Guluk Manjung, Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
KH. Showi Umar, saat sambutan dalam acara Harlah NU ke-95 PRNU Guluk Manjung, Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat desa atau ranting semakin menampakkan geliatnya. Hal ini selaras dengan misi yang diusung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmah 2020-2025, yang salah satunya adalah pemberdayaan ranting. 

 

Seperti yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Guluk Manjung, Bluto, Sumenep. Desa di ujung barat Kecamatan Bluto ini menyelenggarakan Hari Lahir (Harlah) ke-95 NU, yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid desa setempat, Ahad (07/02/2021). Dalam kegiatan ini, juga dihelat pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Guluk Manjung dan Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Nurul Jadid ini mendatangkan KH Imam Sutaji sebagai penceramah.

 

KH Imam Sutaji mengingatkan agar nahdliyin tidak mudah termakan hal-hal yang tidak jelas yang berseliweran di media sosial hari ini. Karena budaya warga NU adalah tabayyun.

 

"Bukan lantas gampang menjustifikasi suatu persoalan tanpa dibarengi dengan pengetahuan yang cukup," kata Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep ini.

 

Ia pun menjelaskan bahwa nahdliyin selain dituntut untuk alim, juga harus arif. Jika kealiman tidak disertai dengan kearifan, maka hal tersebut sangat berbahaya. Disebutkan bahwa orang alim adalah orang yang dapat mengetahui kebaikan dan kejelekan. Sedang orang arif adalah orang yang bisa melihat dua kejelekan.

 

"Bencilah kejelekan, tapi jangan membenci orang yang berbuat jelek," ujar Instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) ini.

 

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa NU adalah organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang dijariyahkan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH M Hasyim Asy'ari, yang merupakan muassis NU.

 

"Oleh karena itu, jariyah tersebut harus kita jaga secara terus menerus, hingga akhir hayat," tandasnya.

 

Sementara itu, KH Showi Umar Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan terima kasih kepada PRNU Guluk Manjung, PR GP Ansor Guluk Manjung, dan lainnya atas sumbangsih dan kekompakannya mensukseskan acara ini. Disebutkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid akan selalu siap untuk ditempati kegiatan ke-NU-an dan menjadi pusat kegiatan NU.

 

"Kami wajibkan seluruh santri untuk menjadi kader NU, baik yang masih sekolah SMP ataupun yang MA," jelasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim