Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Nahdliyin di Sumenep Gelar Haul Syekh Abdurrahman bin Sayyid Husain

Nahdliyin di Sumenep Gelar Haul Syekh Abdurrahman bin Sayyid Husain
Rangkaian haul ke-4 Syekh Abdurrahman bin Sayyid Husain atau Bhuju' Tambak. (Foto: NOJ/Firdausi)
Rangkaian haul ke-4 Syekh Abdurrahman bin Sayyid Husain atau Bhuju' Tambak. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Muharram adalah bulan pertama di dalam penanggalan tahun Hijriyah, memiliki pahala berlipat ganda apabila berbuat baik. Juga menjadi bulan berpengaruh bagi seluruh umat Islam terutama bagi Nahdliyin. Hal itu dibuktikan dengan menyambut bulan tersebut lewat beragam amalan baik, seperti puasa, istighfar, taubat, menyantuni anak yatim, sedekah, silaturahmi, menjenguk orang sakit, dan mendoakan ahli kubur.

 

Kali ini Nahdliyin yang ada di Kecamatan Pragaan khususnya Desa Prenduan menggelar haul ke-4 Syekh Abdurrahman bin Sayyid Husain atau Bhuju' Tambak di sekitar makbarah, Sabtu (29/8).

 

Panitia sengaja mengundang penceramah kondang yakni Kiai Fauzan Badruddin yang menjelaskannya warisan terindah para orang shaleh yang kelak bisa menyampaikan seseorang ke surga.

 

Menurutnya, surga tempat bagi orang baik dan diperuntukkan bagi orang baik saja. Yang dimaksud baik adalah baik perbuatan dan hatinya. Dan membahas haul sama halnya mempelajari alam ghaib yang secara metafisik sulit diurai dengan logika.

 

"Salah satu ciri orang baik adalah percaya kepada hal-hal ghaib. Karena hakikatnya berhubungan dengan iman seseorang. Dan setiap orang shaleh yang dihauli karena mewariskan pekerjaan shaleh dalam kehidupannya,” katanya di awal ceramah.

 

Empat Warisan Orang Shaleh

Di hadapan jamaah, Kiai Fauzan Badruddin menjelaskan sejumlah warisan orang shaleh. Yang pertama, berbuat dan berhati baik untuk semua orang. Karena yang membedakan antara orang biasa dan shaleh dilihat dari perbuatannya sehingga terus dikenang.

 

"Berapa puluh tahun bhuju' Tambak wafat, tetapi yang dirasakan oleh kita adalah seakan-akan ruh almarhum tetap hidup dan menebar manfaat masyarakat hingga kini," jelasnya.

 

Tak sampai di situ, dirinya meminta kepada masyarakat agar pandai memperbaiki dua unsur. Yakni lahiriyah dan batiniyah. Karena jika rohani baik maka ribuan tahun jasadnya seolah hidup.

 

Yang kedua, berbuat baik kepada kedua orang tua. Karena penyakit hari ini adalah seseorang bisa berbuat baik kepada orang lain, tetapi tidak kepada keluarganya. Ketiga, menebarkan manfaat kepada orang lain dan tetap memperhatikan dluafa serta anak yatim.

 

"Walaupun tidak dikaruniai keturunan oleh Allah tetapi murah hati kepada orang lain, maka setiap kebaikannya akan dikenang," ujarnya.

 

Tak henti di situ, dirinya mewanti-wanti kepada hadirin agar tidak takut berdoa menjadi orang miskin dan bisa berdampingan dengan kalangan tersebut seperti halnya dilakukan Nabi. Dirinya menegaskan bahwa sekalipun berdoa miskin, belum tentu dikabulkan oleh Allah SWT. Bahkan yang diharapkan bisa menuju kemuliaan sejati.

 

"Sahabat Abdurrahman bin 'Auf hampir saja hidupnya miskin karena memborong buah kurma busuk di Kota Madinah. Namun apa yang terjadi? Ternyata rencana Allah lain, justru yang dibelinya dibeli 10 kali lipat oleh pemerintah Yaman untuk mengobati wabah melalui buah tersebut," ungkapnya.

 

Yang keempat, senang memikirkan akhirat.

 

"Bayangkan warga kita banyak menjadi TKI yang salah satu profesinya adalah menjadi tukang bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarganya di Indonesia," katanya. Itu bungkusnya, siapkah bekal di akhirat nanti?, imbuhnya.

 

Pada saat yang sama Kiai Ach Rofiq Syuja' menyimpulkan bahwa mendoakan ahli kubur memantik rasa mendalam untuk memaknai kematian. Karena kematian itu pasti dan menjadi pelajaran berharga pada setiap individu.

 

"Inti dari acara ini adalah kita memperkuat amaliah warga NU untuk mendoakan orang-orang terdekat kita termasuk orang shaleh sehingga memancarkan kebaikan bagi yang mendoakannya," pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim