Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Nahdliyin Harus Teladani Sosok Syaikhona Khalil

Nahdliyin Harus Teladani Sosok Syaikhona Khalil
Peringatan Isra' Mi'raj dan harlah ke-98 NU di Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/A Khalilurrahman)
Peringatan Isra' Mi'raj dan harlah ke-98 NU di Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/A Khalilurrahman)

Sumenep, NU Online Jatim

Peringatan Isra' Mi'raj dan hari lahir ke-98 Nahdlatul Ulama diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep. Acara ini digelar pada Ahad (28/02/2021) pagi dengan menghadirkan salah satu dzurriyah Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Lathif Bangkalan, yaitu KH Utsman Hasan serta adik kandungnya, KH. Hasyim Hasan.

 

Selain memberikan taushiyah, pada kesempatan tersebut keduanya juga memberikan ijazah Ratib Syaikhona Khalil kepada warga yang hadir.

 

Dalam penyampaiannya, KH Utsman Hasan menyampaikan banyak hal tentang kepribadian Syaikhana Khalil Bangkalan serta sanad dari ratib yang diijazahkan.

 

"Syaikhona Khalil adalah sosok yang haus ilmu pengetahuan, tak pernah berhenti belajar, membaca, dan menulis sekalipun usianya sudah sepuh," kata KH Utsman Hasan. Syaikhona meninggalkan amalan shalawat yang isinya memohon agar dijadikan ahli ilmu baik lahir maupun batin, lanjutnya.

 

Anggota Lajnah Turats Al-'Ilmi li Syaikhana Muhammad Khalil ini mengemukakan kepribadian lain dari Syaikhona adalah cara dalam menyikapi perbedaan pendapat di antara santri.

 

"Ketika terjadi pendapat terhadap suatu hukum, Syaikhona bersikap adil layaknya orang tua. Tidak memihak kepada pendapat mana pun selagi pendapat tersebut memiliki dalil yang kuat," tutur Ra Usman, sapaan akrabnya.

 

Sebelum ijazah diberikan, Ra Utsman menguraikan sanad atau riwayat dari Ratib tersebut.

 

"Ratib ini saya dapatkan dari Kiai Abdullah Syaukan dari ayahnya KH Sirotul Millah dari Kiai Ahmad Keputran dari gurunya yaitu Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Lathif, saya ijazah kepada kalian," katanya sembari dijawab dengan kata "qabilna" oleh hadirin.

 

Dalam sambutannya, Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Zainurrahman Hammam mengatakan bahwa harlah kali ini mengusung tema meneladani muassis menuju kemandirian NU.

 

"Yang bisa kita teladani dari para pendiri Nahdlatul Ulama bukan hanya kealimannya, tapi juga ketawadluan. Boleh saja kita bangkit melawan, tapi tetap harus berada dalam kerangka ketawadluan," ujar pengasuh Pesantren Al-Muqri tersebut.

 

KH Zarkasyi Rahim dalam sambutannya memberikan harapan dan doa untuk masa depan NU.

 

"Saya yakin kobaran api NU akan tetap menyala serta melalap habis segala hal yang melenceng dari paham Ahlussunah Wal Jama’ah An-Nahdliyah," tegas Rais MWCNU Pragaan tersebut.

 

Penulis: Ach Khalilurrahman

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim