Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Nakhoda LAZISNU Wafat, NU di Sidoarjo Kehilangan Kader Terbaik

Nakhoda LAZISNU Wafat, NU di Sidoarjo Kehilangan Kader Terbaik
Almarhum, HM Burhanuddin Mulyono. (Foto: NOJ/Sutrisno)
Almarhum, HM Burhanuddin Mulyono. (Foto: NOJ/Sutrisno)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya akan kembali. Ayat tersebut adalah bukti bahwa manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT tanpa satu makhluk pun yang mengetahui kapan dan di mana akan dipanggil menghadap sang ilahi.

 

Berita duka bukan hanya menyimpan kesedihan mendalam dan keikhlasan batin kepada yang ditinggalkan. Namun peristiwa tersebut juga menjadikan pelajaran bahwa sesungguhnya setiap insan sudah digariskan riwayat kehidupan.

 

Salah satunya, termasuk kepergian Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Krembung, Sidoarjo, HM Burhanuddin Mulyono.

 

Tiada yang menyangka dan seakan kaget tidak percaya bahwa alumni Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Krembung tersebut begitu cepat menghadap sang pencipta.

 

Selain menjabat sebagai Ketua LAZISNU MWCNU Krembung, Pak Be sapaan akrab almarhum juga mengembang amanah sebagai Kepala MINU Krembung sejak 2005 hingga sekarang.

 

Kader terbaik alumni PKPNU dan MKNU tersebut adalah sosok humoris dan bersahaja yang kini juga sebagai Direktur An-Nauroh (Biro Travel Penyelenggara Haji dan Umroh).

 

Perjuangannya sangat berarti bagi para dhuafa dan mustahiq yang selama ini pernah merasakan uluran kasih sayang dari lembaga yang dipimpin (LAZISNU dan MINU Krembung).

 

Namun, kini cita-cita yang diharapkan berhenti sudah karena takdir sudah menentukan perjalanan hidupnya. LAZISNU Krembung yang kini mempunyai agenda membangun gedung MWCNU dan beberapa program kerja yang akan diagendakan belum terlaksana karena pandemi Covid-19.

 

Separuh hidupnya telah didermabaktikan untuk umat. Pria kelahiran Sidoarjo, 1 Juli 1983 tersebut juga menjadi Ketua Forum Komunikasi Guru (FKG) DPK Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Juga dikenal sangat loyal terhadap organisasi, teman , kerabat dan siapa saja yang dikenal.

 

Kepala MINU Krembung  di usianya yang baru  37 tahun tersebut harus pergi meninggalkan seorang istri bernama Nuril Fauziah yang juga sebagai PNS Polsek Prambon dan satu buah hati yakni Nauroh Kamiliyah Hanum.

 

Sebelum menjadi Ketua NU Care-LAZISNU MWCNU Krembung, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Cangkring tersebut adalah Bendahara LAZISNU periode pertama. Kini lelaki yang menjabat sebagai Ketua LP Ma'arif NU Krembung tersebut sudah meninggalkan keluarga dan sahabat semua. Ia adalah kader terbaik NU di wilayah Krembung Sidoarjo.

 

Pendidikan yang ditempuh pertama kali adalah SDN Cangkring kemudian melanjutkan ke SMP dan SMAN 1 Krembung. Setelah itu menempuh pendidikan D2 PGSD dan S1 B.Indonesia hingga lulus S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Al Khoziny Sidoarjo membuat Pengurus MWCNU Krembung tersebut loyalis dan tetap berkhidmat terhadap organisasi di semua jenjang dan tingkatan.

 

Jasamu akan selalu menginspirasi kami dengan berbuat lebih baik lagi sesuai dengan titah para kiai. Selamat jalan pejuang filantropi.

PWNU Jatim