Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ndan Malikan Aktif di Banser sebagai Panggilan Jiwa

Ndan Malikan Aktif di Banser sebagai Panggilan Jiwa
Mohammad Malikan Manaf atau Ndan Malikan (depan kanan) selalu setia mengawal ulama. (Foto: NOJ/Syafik H)
Mohammad Malikan Manaf atau Ndan Malikan (depan kanan) selalu setia mengawal ulama. (Foto: NOJ/Syafik H)

Gresik, NU Online Jatim

Menjadi anggota Banser atau Barisan Ansor Serbaguna menjadi pilihan hidup dan panggilan jiwa bagi Mohammad Malikan Manaf. Pria yang lebih akrab dipanggil Ndan Malikan tersebut menjadi salah satu ikon bagi Banser dengan penamp;ilannya yang nyentrik. Yakni memiliki rambut gondrong sebahu dan cambang lebat.

 

Ndan Malikan berkiprah dan khidmah di Banser sejak 1995 dan beberapa kali mengikuti pelatihan pendidikan. Dari mulai pendidikan dan latihan dasar atau Diklatsar hingga Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan sebanyak empat kali, yang terakhir diikuti di Malang yakni 2000.

 

Untuk di Banser, dia aktif sampai sekarang dan menjabat sebagai Satuan Koordinasi Rayon  atau Kasatkoryon Pimpinan Anak Cabang (PAC) Duduk Sampeyan, Gresik selama dua periode. Juga tercatat sebagai bagian dari Cyber Banser dan Banser Densus 99.

 

“Motivasi saya bergabung di Banser adalah untuk menjaga marwah NU dan jamaah, serta stabilisator Ansor,” katanya kepada NU Online Jatim, Selasa (25/8). Dirinya berharap para pemuda NU lainnya agar bergabung di Banser sebagai garda terdepan pengawal dan menjadi benteng ulama, lanjutnya.

 

Pengalaman pria kelahiran Desa Kemudi, Duduk Sampean, Gresik ini berkhidmah di Banser adalah mengawal KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari ancaman Sidang Istimewa (SI) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan bergabung dengan pasukan berani mati di Jakarta, tahun 1999.

 

Hal yang membesarkan hatinya untuk tetap setia menjadi bagian tidak terpisahkan dari Banser adalah terpompa oleh mars lagu yang selalu dinyanyikan. “Bahwa Banser memiliki semboyan satu barisan dan tidak kembali pulang sebelum kita yang menang walau darah menetes di medan perang demi agama ku rela berkorban,” ungkapnya.

 

Mars itu juga yang menjadikannya demikian bersemangat dalam kondisi apa pun mempunyai ghirah atau semangat untuk berkhidmah di NU, khususnya Banser.

 

“Sampai kapan pun.” pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim