Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ngaji di Samping Jenazah Istri, Suami Ini 'Ikut' Meninggal Dunia

Ngaji di Samping Jenazah Istri, Suami Ini 'Ikut' Meninggal Dunia
Tangkapan layar postingan di instagram tentang pasangan suami istri yang meninggal dunia di hari yang sama. (Foto: NOJ/ist
Tangkapan layar postingan di instagram tentang pasangan suami istri yang meninggal dunia di hari yang sama. (Foto: NOJ/ist

Bojonegoro, NU Online Jatim

Sehidup semati. Hidup bersama, mati bersama. Dua kalimat ini nampaknya cocok untuk pasangan H Fatkhan Sibyan dan Hj Ummi Munawaroh. Sebab, pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan warga Jl Letda Mustajab Sukorejo, Kecamatan/ Kabupaten Bojonegoro itu wafat di hari yang sama, Jumat (05/02/2021).

 

Kabar tentang wafatnya pasangan suami istri ini diposting akun instagram @berita_bojonegoro2. Melalui postingannya akun tersebut menyampaikan informasi meninggalnya almarhum dan almarhumah.

 

Dalam postingan itu juga disertakan video proses pemakaman almarhum dan almarhumah. Tampak dalam video itu sejumlah orang membawa keranda mayat menuju lokasi pemakaman. Dalam video tersebut juga terlihat dua jenazah dikubur dalam satu liang lahat oleh sejumlah orang.

 

Berikut keterangan postingan akun @berita_bojonegoro2:

 

“Kisah Cinta Sejati di Bojonegoro. Meninggal dunia hanya selisih dua jam setengah, pasangan ini dipertemukan kembali di alam barzah dengan waktu singkat. Beliau bernama H. Fatkhan Sibyan dan Hj. Ummi Munawaroh yang beralamatkan di Jl. Letda Mustajab Sukorejo Bojonegoro kota.


Sebelumnya ibu meninggal secara mendadak karena diabetes pada Jumat dini hari 5 Februari 2021, sekitar pukul 01.30 wib. Selanjutnya suami yang sedang mengaji disamping jenazah istrinya tiba-tiba terkena serangan jantung dan mengakibatkan meninggal dunia juga.


Beliau berdua adalah seorang pengusaha sukses, yaitu owner toko alat jahit Al-Ikhsan di Jl. Gajah mada Bojonegoro, dan tidak memiliki seorang anak. Serta meninggal di usia 60 an tahun.


Sebelum meninggal, beliau berdua telah membangun dua masjid dan pondok pesantren di Bojonegoro untuk diwaqafkan kepada masyarakat.


Bapak dan ibu adalah orang alim, setiap solat lima waktu beliau berdua selalu berangkat bersama ke musola dekat rumah. Sementara itu bapak menjadi imam di musola tersebut.


Dan beliau berdua adalah pakde dan bude mimin”

 

Dikutip dari IDN Times, informasi meninggalnya almarhum dan almarhumah dibenarkan oleh Rafi Afiyudin, salah satu cucu dari kakak kandung Fathan. "Kalau meninggalnya nenek Munawaroh saya tidak ada di tempat, pas mengetahui jika beliau meninggal saya datang ke rumahnya," kata Rafi Afiyudin, Sabtu (6/2/2021). Fathan dan Munawaroh sendiri hinga akhir hayat tak dikaruniai keturunan.

 

 

Lebih lanjut Rafi menyampaikan, awalnya kondisi Fathkan baik-baik saja. Hanya, pasca meninggalnya Ummi Munawaroh, Fathkan terlihat sedih sembari memandangi istrinya yang sudah membujur kaku. Rafi saat itu pun berusaha menenangkan almarhum.

 

"Ya sebelum meninggal dunia, Mbah Fathkan bilang, kalau teman seperjuangan hidup saya meninggal dunia. Setelah itu, tak berlangsung lama, beliau mengucapkan dia yang kurang jelas. setelah itu beliau meninggal dunia. Beberapa orang saksi menyebut beliau berdoa ingin meninggal dunia bersama," ungkapnya.

 

F1 Promosi Iklan