Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ning Lisa Ingatkan 20 Tahun Silam Gus Dur Tinggalkan Istana

Ning Lisa Ingatkan 20 Tahun Silam Gus Dur Tinggalkan Istana
Saat Gus Dur meninggalkan istana, 23 Juli 2001. (Foto: NOJ/KHt)
Saat Gus Dur meninggalkan istana, 23 Juli 2001. (Foto: NOJ/KHt)

Surabaya, NU Online Jatim
Mungkin banyak yang lupa bahwa hari ini, tepat 20 tahun KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur lengser. Hal tersebut diingatkan Allisa Wahid di akun media sosialnya.

 

“Dulu di istana saya disuruh Gus Dur  membawa ibu dan adik-adik pulang ke Ciganjur,” kata Ning Lisa, sapaan akrabnya.

 

Dijelaskan bahwa sang ayah tidak ingin kejadian Bung Karno menimpa keluarganya. Karena seperti diketahui, Presiden Pertama RI tersebut sendirian, keluarganya sulit menjenguk, dan tidak terawat dengan baik. 

 

“Keadaan sudah bahaya, biar bapak sendiri saja yang hadapi di istana,” terangnya.

 

Dan kala itu dirinya tetap bersikukuh mendampingi Gus Dur. “Apapun yang terjadi kalau bapak ditangkap, kami akan ikut. He wouldnt be alone,” jelasnya.

 

Dikemukakan Ning Lisa bahwa Gus Dur menjelaskan bahwa moncong panser sudah mengarah ke istana.

 

“Beliau nggak bisa tenang kalau tetap ada di istana, apalagi cucu pertama, bayi saya, baru berumur 40 hari. Tapi kisah Bung Karno menghantui saya. Makanya saya ngeyel nangis tidak mau pergi,” ungkapnya.

 

Alhamdulillah bayangan Bung Karno tak terjadi. Karena rakyat membanjiri istana, bertekad melindungi Gus Dur. Lalu Gus Dur mengumumkan keluar istana. 


“Besoknya rakyat menjemput  dan mengawal beliau lewat pintu gerbang depan istana, menuju panggung rakyat di Monas. Kalah politik. Tetap bermartabat,” pungkasnya. 


Editor:
F1 PWNU Jatim