Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU di Sidoarjo Gelar Lailatul Ijtima Perdana Usai Pandemi

NU di Sidoarjo Gelar Lailatul Ijtima Perdana Usai Pandemi
Suasala lailatul ijtima yang digelar di Masjid Jami' Nurul Hidayah Desa Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno)
Suasala lailatul ijtima yang digelar di Masjid Jami' Nurul Hidayah Desa Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Sutrisno)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Berkhidmat dan istikamah dalam melaksanakan sesuatu memang tidak mudah. Namun perlu keikhlasan dan kedisiplinan tinggi dalam menjalaninya. Hal demikian yang telah menjadi rutinitas Nahdliyin terutama pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan dalam menggelar hajatan bulanan yakni lailatul Ijtima.

 

Termasuk yang telah dilaksanakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo. Ini adalah kegiatan perdana usai pandemi Covid-19.

 

Kegiatan diawali shalawat al-Banjiri oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tambakrejo. Acara dilanjutkan denga shalat qiyamullail dan istighotsah.

 

Ketua MWCNU Krembung, H Suyanto dan PRNU Tambakrejo bergabung dengan takmir masjid dan mushalla. Demikian pula  tokoh agama dan masyarakat, serta jamaah sekitar.

 

Acara yang dipusatkan di Masjid Jami' Nurul Hidayah Desa Tambakrejo ini semakin semarak karena bertepatan dengan malam Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 H.

 

Ketua MWCNU Krembung mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk tetap ikhlas dan istikamah dalam menjaga amaliah NU termasuk mengikuti kegiatan lailatul ijtima yang digelar PRNU Tambakrejo seperti ini.

 

"Menjadi NU itu memang berat. Hanya orang yang istikamah dan ikhlas saja mau dan mampu diajak untuk berjuang di NU," kata Abah Yanto, sapaan akrabnya.

 

Lebih lanjut HM Suyanto menyampaikan tentang pelajaran penting terkait peristiwa tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H yang ditandai dengan peristiwa besar yakni hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M.

 

Mamaknai Hakikat Hijrah

Momentum tahun baru Islam seharusnya menjadi bahan pelajaran dalam hidup untuk bisa memperbaiki diri dari tahun lalu yang buruk menjadi lebih baik di tahun sekarang.

 

" Jika dulu kita belum maksimal dalam berkhidmat di NU, mari saat ini kita benar-benar turut menjaga NU dan NKRI agar tetap kuat dan tidak terpecah belah. Salah satunya adalah dengan menghidupkan kegiatan  NU, menjalin silaturahim dan menjaga perbedaan," ungkapnya.

 

Demikian juga tahun baru sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dan ibadah. “Dalam kehidupan biasanya kita melakukan perilaku yang kurang baik seperti lisan yang mengucapkan perkataan tidak baik, tidak jujur bahkan sampai membicarakan orang lain,” katanya.

 

Yang juga penting adalah senantiasa menjalakan aturan Allah SWT secara menyeluruh. “Momentum tahun baru Islam alangkah bagusnya kita bisa menjalankan seluruh perintah Allah SWT dengan keseriusan baik itu aturan yang dituangkan dalam al-Quran atau yang disampaikan Nabi Muhammad SAW,” urainya.

 

“Sedangkan hikmah berikutnya adalah tetap istikamah dalam setiap kebaikan. Maksud dari istikamah adalah harus tetap kokoh atau konsisten dalam menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan Allah SWT,” tegasnya.

 

Rais PRNU Tambakrejo, Ustadz Abd Mukti sangat berterima kasih kepada pengurus dan jamaah yang bisa hadir terutama H Suyanto. Apalagi menyempatkan hadir mengisi mauidlah hasanah dan juga pembinaan keorganisasian kepada PRNU Tambakrejo. Juga kepada Ketua LAZISNU Ranting Tambakrejo yang sudah menyampaikan laporan terkait perolehan KOIN NU dan pentasarufan selama ini.

 

"Insyallah ke depan, acara lailatul ijtima ini kita lanjutkan lagi setiap bulan bergilir di masjid dan mushala se-Tambakrejo, dan semoga kita senantiasa diberikan kenikmatan kesehatan dan panjang umur,” harapnya.

PWNU Jatim