Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

NU Jember: Usut Pengubah Adzan Hayya Alal Jihad

NU Jember: Usut Pengubah Adzan Hayya Alal Jihad
KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember. (Foto: NOJ/tn)
KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Jember. (Foto: NOJ/tn)

Jember, NU Online Jatim
Beberapa waktu berselang, media sosial diramaikan dengan video berdurasi tiga menit yang menggangi kalimat adzan hayya alashshalah menjadi hayya alal jihad. 

 

Apa yang dilakukan segelintir orang tersebut sontak mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin.

 

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember ini, mengubah kalimat adzan yang terdapat pada video tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Sehingga dapat dihukumi haram.

 

“Haram hukumnya mengubah kalimat adzan dari hayya alas shalah menjadi hayya alal jihad. Karena tidak ada hukum yang kuat dalam riwayat hadist atau keterangan lain,” katanya, Kamis (03/12/2020).

 

Dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember ini menambahkan, bahwa lafadz adzan yang sudah ditentukan tidak boleh diganti dengan kalimat lain. 

 

“Maka jangan diganti dengan kalimat lain yang tidak ada dasarnya,” ujar kiai yang akrab disapa Gus Aab tersebut.

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin Curahkalong, Jember ini juga berpesan agar masyarakat muslim Indonesia tidak mudah terprovokasi.

 

“Saya harap warga muslim di seluruh Indonesia tidak terprovokasi dan tidak ikut-ikutan atas adanya fenomena ini. Tetaplah berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah,” terangnya.

 

Gus Aab meminta agar aparat kepolisian turun tangan dalam mengusut masalah yang menimbulkan keresahan di masyarakat itu.

 

“Polisi harus turun tangan menangani masalah ini. Karena masyarakat bisa bingung dan akhirnya menimbulkan kekacauan,” pungkasnya.

 

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim Harlah