Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU Kota Malang Doakan Pahlawan yang Gugur karena Covid-19

NU Kota Malang Doakan Pahlawan yang Gugur karena Covid-19
Satgas Peduli Covid-19 PCNU Kota Malang menggelar doa bersama untuk pahlawan yang gugur karena Corona. (Foto: NOJ/BM)
Satgas Peduli Covid-19 PCNU Kota Malang menggelar doa bersama untuk pahlawan yang gugur karena Corona. (Foto: NOJ/BM)

Malang, NU Online Jatim

Semenjak pandemi Corona melanda sejumlah negara, sudah banyak korban meninggal. Mereka tidak semata kalangan biasa, termasuk tenaga kesehatan.

 

Di Indonesia, upaya lahir dan batin dilakukan demi membentengi masyarakat dari virus Covid-19 tersebut. Bahkan tidak sedikit kiai, ulama dan ibu nyai yang akhirnya wafat akibat virus yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya tersebut.

 

Seakan ingin memanfaatkan momentum hari pahlawan, Satgas Peduli Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang melakukan pembacaan tahlil dan doa bersama. Hal tersebut diperuntukkan kepada para kiai, tenaga kesehatan, dan relawan yang telah meninggal dunia akibat  virus Corona.

 

Kegiatan yang dimulai Selasa (10/11/2020) tersebut diisi dengan doa bersama dan tahlil yang dipimpin rais PCNU Kota Malang, Kiai Chamzawi Syakur. Sedangkan doa disampaikan Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.

 

“Tenaga kesehatan, relawan para kiai dan ibu nyai serta semua guru yang sudah gugur karena pandemi kita doakan bersama dengan tahlil,” kata dokter Syifa Mustika.

 

Disampaikan Ketua Satgas Peduli COVID-19 NU Malang Raya tersebut bahwa 10 November merupakan momen yang sangat tunggu sebagai waktu yang tepat untuk mendoakan pahlawan di era pandemi.

 

Dokter Syifa mengatakan, selain doa bersama Satgas Peduli Covid-19 NU Malang Raya juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penegahan dan penangan Covid-19 selama tujuh bulan.

 

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk sejak Maret 2020, tim telah beberapa kali diajak bekerja sama oleh Satgas dari pemerintah di Malang Raya.

 

“Satgas Peduli Covid-19 NU Malang Raya juga mempunyai program penanganan Covid-19. Program itu dibagi dalam dua klaster, yakni klaster medis dan non medis,” jelasnya. Untuk klaster medis, Satgas melakukan screening Covid-19 dan rapid test untuk masyarakat, lanjutnya.

 

Dijelaskannya bahwa Satgas NU sebagian besar adalah anggota persatuan dokter Nahdlatul Ulama. Dengan demikian bisa lakukan screening Covid-19, rapid test massal, hingga rujukan emergencyke rumah sakit rujukan.

 

“Kami juga menerima konsultasi kemudian pelatihan kader penggerak yang bertugas memberitahu Covid-19 itu seperti apa,” papar dokter Syifa.

 

Untuk program non medis, Satgas melakukan pembagian sembako, masker, alat pelindung diri bagi warga dan tenaga medis. Termasuk memberikan bantuan gizi bagi tenaga kesehatan di masa pandemi.

 

Untuk non medis ada pembagian sembako dan masker kemudian membagi APD dan bantuan gizi tenaga kesehatan. Yang juga dilakukan adalah melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.

 

“Kami juga punya program pendampingan untuk UMKM yang kebanyakan adalah Nahdliyin,” pungkasnya. 

 


Editor:
F1 Promosi