Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU Madura Raya Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Struktur

NU Madura Raya Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Struktur
Suasana koordinasi daerah NU Madura di Sampang. (Foto: NOJ/Abdullah H)
Suasana koordinasi daerah NU Madura di Sampang. (Foto: NOJ/Abdullah H)

Sampang, NU Online Jatim

Koordinasi Daerah (Korda) Nahdlatul Ulama (NU) Madura Raya mengadakan rapat koordinasi rutinan. Kali ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Mahmudiyah, Dusun Bandungan, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (15/12/2020).

 

Pada rapat tersebut, KH Muhammad Makki Nasir mengajak pengurus dan warga NU untuk kembali ke konsep awal yang dibangun para pendiri atau muassis jamiyah guna membariskan pikiran.

 

"Karena setiap pergerakan pasti menghadapi rintangan. Jadikan rintangan sebagai tantangan, bukan hambatan," kata kiai yang akrab disapa Ra Makki tersebut.

 

Dalam membariskan pikiran, pada tahun 1920 Syaikhana Kholil menyitir al-Qur'an yakni surat ke-61 ayat 8 kepada 66 ulama sepuh yang datang dari seantero Nusantara. Hal tersebut guna mendapatkan kemantapan hati akibat propaganda yang sedang berkembang kala itu.

 

Konsep ini, lanjut Ketua Korda NU Madura Raya kembali digunakan di era modern tatkala jamiyah menyatakan diri keluar dari partai.

 

Alumni Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo ini menuturkan bahwa rintangan di era Orde Baru, Presiden Soeharto memaksakan asas tunggal Pancasila bagi setiap organisasi. Mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga partai politik.

 

"Saat situasi sulit karena tekstualisasi agama menguat, justru NU tampil dengan terobosan yang cemerlang bahwa Pancasila hadir tidak bertentangan dengan agama," katanya di hadapan sejumlah peserta.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan tersebut menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang bergulir akhir-akhir ini memberi banyak pelajaran. Yakni agar kembali menelaah dan mengkaji teladan dari para ulama pendahulu.

 

"Satukan pikiran dan kita fokus ke dalam. Apa yang telah diprogramkan di masing-masing pengurus cabang harus berjalan dengan tepat, terarah, dan tuntas," ajaknya kepada peserta rapat.

 

Editor: Syaifullah


Editor:
F1 Promosi Iklan