Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

NU Nganjuk Gelar Tahlil Bersama 7 Hari Meninggalnya 19 Korban Longsor

NU Nganjuk Gelar Tahlil Bersama 7 Hari Meninggalnya 19 Korban Longsor
Suasana doa bersama dan tahlil 7 hari meninggalnya 19 korban longsor di Desa/ Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (20/02/2021) malam. (Foto: NOJ/ Nizar).
Suasana doa bersama dan tahlil 7 hari meninggalnya 19 korban longsor di Desa/ Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (20/02/2021) malam. (Foto: NOJ/ Nizar).

Nganjuk, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk melaksanakan ‘Do'a dan Tahlil Bersama’ untuk memperingati 7 hari meninggalnya para korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (20/02/2021) malam. Do'a bersama ini juga ditujukan untuk keselamatan warga Nganjuk.

 

Acara ini dihadiri oleh Ketua PCNU Nganjuk KH Bisri Hisyam, Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Keringan KH Qolyubi Dahlan, Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas Ngetos Nganjuk KH Ilyas Jauhari, Sekda Nganjuk Mokhamad Yasin, jajaran Kodim 0810 Nganjuk, jajaran Polres Nganjuk, dan Forkopimcam Ngetos.

 

Selain itu ada pula tim dari Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Nganjuk, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Nganjuk, GP Ansor Nganjuk, Fatayat NU Nganjuk dan Banom lainnya, serta warga Dusun Selopuro.

 

Acara ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngetos sejak pukul 20.07 WIB hingga selesai. Selain itu, agenda juga diikuti secara langsung oleh para pengungsi di lokasi pengungsian, tepatnya di SDN 3 Ngetos.

 

Kiai Bisri menjelaskan, do'a dan tahlil bersama dari PCNU Nganjuk ini sebagai bentuk solidaritas kepedulian atas musibah yang dialami warga yang terkena musibah tanah longsor di Dusun Selopuro.

 

Melalui do'a bersama ini diharapkan korban yang meninggal dunia mendapatkan kelonggaran di alam barzah. "Termasuk semua saudara-saudara kita yang telah mendahului kita, semoga benar-benar diberikan maghfirah, diberikan ampunan, dan amal salehnya mudah-mudahan diterima oleh Allah SWT," kata Kiai Bisri usai do'a bersama.

 

Ia mengungkapakan, PCNU Nganjuk juga turut berduka atas musibah yang dialami warga. Diharapkan, warga yang masih menghadapi ujian diberikan kesabaran, ketabahan, dan diberikan jalan keluar serta jalan kebaikan.

 

"Kita berdo'a kepada Allah mudah-mudahan semua saudara-saudara kita yang saat ini sedang menerima musibah, termasuk orang-orang yang diberi kesabaran oleh Allah. Dan mudah-mudahan nanti untuk yang selanjutnya akan selalu dan selalu diberikan jalan kebaikan yang lebih oleh Allah SWT," ungkapnya.

 

Sementara itu, Mokhamad Yasin, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk mengatakan, kegiatan do'a dan tahlil bersama diselenggarakan oleh PC NU Nganjuk dengan harapan korban longsor yang meninggal dunia husnul khotimah.

 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Yasin mengucapkan rasa terima kasih atas belasungkawa dan partisipasi dari jajaran PCNU Nganjuk yang telah melaksanakan do'a dan tahlil bersama untuk memperingati 7 hari meninggalnya korban tanah longsor Selopuro.

 

Menurut Yasin, korban yang meninggal dunia itu ada 19 orang dari total 21 warga yang tertimbun longsor. Sedangkan 2 orang berhasil selamat.

 

“Saat ini, saudara-saudara atau warga yang terdampak dari tanah longsor itu masih berada di sebelah kantor Kecamatan Ngetos (SDN 3 Ngetos). Warga yang terdampak itu akan mengungsi sampai mempunyai rumah hunian,” ujar Yasin.

 

ia melanjutkan, pemerintah telah berupaya untuk melakukan relokasi. Sebab, secara penelitian geologi, tanah di area longsor Selopuro sudah tidak aman untuk dijadikan tempat hunian. “Tanah itu (di lokasi longsor) mudah gerak dan sudah tidak layak,” lanjutnya.

 

 

Yasin mengimbau supaya warga tidak terlalu gelisah. Sebab, pemerintah akan selalu berpikir dan bertindak untuk memberikan yang terbaik bagi warga. "Kami kemarin, beserta pak bupati dan KPH PKM Perhutani telah meninjau lokasi, calon lokasi yang akan digunakan tempat hunian. Sehingga, ini masih dalam proses," tandasnya.

 

Penulis: Kang Afandi

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah