Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU Pacitan Respons Positif Pendirian BMT NU di Setiap Kabupaten

NU Pacitan Respons Positif Pendirian BMT NU di Setiap Kabupaten
Ketua PCNU Pacitan, Mahmud saat menyampaikan laporan perkembanngan PCNU setempat. (Foto: NOJ/RM).
Ketua PCNU Pacitan, Mahmud saat menyampaikan laporan perkembanngan PCNU setempat. (Foto: NOJ/RM).

Pacitan, NU Online Jatim

Gelaran Turba untuk Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur terus dilaksanakan. Kali ini dipusatkan di aula Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU atau kompleks Masjid NU Kabupaten Ponorogo, Sabtu (12/06/2021).

 

Turba ini diikuti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo dan Pacitan. Kegiatan ini merupakan Turba kesepuluh dari 18 titik yang akan dikunjungi PWNU Jatim.

 

Pada kesempatan ini, KH Reza Ahmad Zahid, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur memaparkan beberapa penekanan program dalam Turba menuju satu abad NU. Salah satunya tentang kemandirian ekonomi dengan pendirian Baitul Mal wat Tamwil (BMT) sebagai bentuk usaha membangkitkan perekonomian nasional.

 

"PWNU Jawa Timur akan menyatukan diri dalam ikhtiar membangkitkan perekonomian nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mendirikan 100 BMT NU di seluruh Jawa Timur," tutur Guz Reza, sapaan akrabnya.

 

Hal tersebut mendapat sambutan positif dari PCNU Pacitan yang sejak lama sudah merencanakan pendirian BMT.

 

Ketua PCNU Pacitan, Mahmud menyampaikan, sebelum ada rencana pendirian BMT NU, PCNU Pacitan sudah mendirikan empat ritel berupa Nusantara Mart milik NU Pacitan yang berada di pusat kota.

 

“Sedang tiga lainnya berada di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni kecamatan Sudimoro, Ngadirojo, dan Punung,” tuturnya.

 

Pendirian BMT NU tersebut rencananya akan didirikan berdampingan dengan Nusantara Mart di setiap MWCNU, guna meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya kalangan Nahdliyin.

 

"Ke depan, kami sangat mengiginkan BMT NU ini bisa segera berdiri di Pacitan, dan berdampingan dengan Nusantara Mart di setiap kecamatan," ungkap Mahmud.

 

Dirinya pun menyampaikan tentang pendapat beberapa kiai atau sesepuh NU di Pacitan tentang adanya riba di BMT NU. Menurutnya, kemungkinan hal inilah yang menjadi alasan mendasar belum didirikan BMT NU di Pacitan.

 

"Dari internal NU sendiri ada beberapa kiai yang masih beranggapan bahwa BMT NU termasuk dalam hal riba, hal itulah yang membuat kita belum melangkah ke sana," jelasnya.

 

Kendati demikian, dirinya akan selalu berupaya meyakinkan atas hal itu. Oleh karena itu, PCNU Pacitan sangat merespon positif arahan PWNU akan adanya BMT NU di setiap kabupaten. Meskipun disadari bahwa membangkitkan kesadaran masyarakat di bidang ekonomi merupakan tantangan yang berat.

 

"Kalau NU mengurus tentang tahlilan, istighotsah dan lainnya itu sudah hal biasa. Tapi bagaimana membangkitkan kesadaran ekonomi warga ini yang agak sulit," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman

Bank Jatim (31/7)