Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

NU Sidoarjo Bakal Jadi Percontohan Rantingisasi KAR Berbasis Masjid dan Mushala

NU Sidoarjo Bakal Jadi Percontohan Rantingisasi KAR Berbasis Masjid dan Mushala
Jajaran pengurus PCNU Kabupaten Sidoarjo menghadiri pertemuan rutin Forsil MWCNU se-Cabang Sidoarjo di kantor MWCNU Prambon, Jum'at (05/03/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
Jajaran pengurus PCNU Kabupaten Sidoarjo menghadiri pertemuan rutin Forsil MWCNU se-Cabang Sidoarjo di kantor MWCNU Prambon, Jum'at (05/03/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Penguatan ukhuwah nahdliyah atau persaudaraan antar nahdliyin akan menjadikan Nahdlatul Ulama (NU) semakin solid. Banyak ragam cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah, salah satunya dengan melalui berbagai ajang silaturahmi.

 

Sebagaimana yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) tingkat kecamatan se-Sidoarjo dengan menggelar Forum Silaturahmi (Forsil) rutin setiap Jum’at Kliwon. Kali ini pertemuan tersebut dilangsungkan di kantor MWCNU Prambon, Jum’at (06/03/2021).

 

Dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo dan pengurus MWCNU se-Cabang Sidoarjo. Tampak hadir pula Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi, Camat Prambon, dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sidoarjo KH Maskhun menyampaikan permohonan dari Pengurus Pusat (PP) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). Dalam rangka menyongsong Muktamar NU, PP LTMNU berkeinginan untuk membentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) yang khusus berbasis masjid dan mushala.

 

“Yang diminta adalah khusus PCNU Sidoarjo dan PC LTMNU Sidoarjo, nanti akan dijadikan pilot project di Muktamar yang akan datang. Kami kemarin dikirimi surat oleh ketua PC LTMNU. Target dari PP LTMNU itu tidak banyak sebenarnya, hanya 70 KAR, syukur jika masjid dan mushala ini berada di dalam lingkungan perumahan, lebih luar biasa,” kata Kiai Maskhun.

 

Kiai Maskhun menerangkan, secara teknisnya MWCNU segera berkonsolidasi dengan mengumpulkan ranting-ranting yang ada. Dirinya juga sudah menyampaikan kepada PC LTMNU Sidoarjo agar menginstruksikan ke seluruh MWCNU untuk segera membentuk KAR berbasis masjid dan mushala, adapun yang terbaik diantara MWC akan mendapatkan hadiah.

 

“Sesuai dengan yang diatur di dalam Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART), KAR itu minimal anggotanya kan 25 orang, misalnya masjid A warga yang ikut jamaah disitu ada 25 orang, nanti yang membentuk KAR adalah ranting. Setelah lengkap kepengurusannya, ranting memberikan rekomendasi kepada MWCNU untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK),” terangnya.

 

Ditegaskannya, bahwa pilot project (percontohan) ini nanti akan disampaikan dalam Muktamar NU di Lampung. Kiai Maskhun menghimbau agar semuanya segera melaksanakan. Selain itu PCNU Sidoarjo juga akan membuat surat edaran kepada seluruh MWCNU terkait hal itu.

 

“Alhamdulillah, diakhir masa jabatan saya ini kemarin survey sudah selesai, Kartanu sedang proses, ditambah satu amanah dari PBNU maka kita harus bisa sami'na wa atho'na,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi dalam kesempatan tersebut mengemukakan bahwa anggaran pendidikan terutama pembangunan infrastruktur untuk Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LPMNU) akan masuk dalam dana hibah untuk NU yang tengah diperjuangkannya dengan nilai total sebesar Rp 25 miliar.

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim