Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

NU Sumenep Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Guru Ngaji

NU Sumenep Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Guru Ngaji
KH A Pandji Taufiq saat berbincang dengan Kiai Muntaji disela-sela penyerahan bantuan kursi roda, Kamis (17/12/2020). (Foto: NOJ/ Abdul Warits)
KH A Pandji Taufiq saat berbincang dengan Kiai Muntaji disela-sela penyerahan bantuan kursi roda, Kamis (17/12/2020). (Foto: NOJ/ Abdul Warits)

Sumenep, NU Online Jatim

K Muntaji merupakan salah satu guru ngaji di Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Nahas dialaminya saat memperbaiki masjid di rumahnya beberapa waktu lalu. Kiai Muntaji mengalami kecelakaan hingga kondisi tubuhnya tidak seperti sedia kala.

 

Mengetahui hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep memberikan bantuan kepada Kiai Muntaji, Kamis (17/12/2020).

 

KH A Panji Taufiq beserta jajaran pengurus menjenguk kondisi Kiai Muntaji di kediamannya. Selain itu, Kiai Pandji juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada Kiai Muntaji.

 

Selain sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada sesama muslim dan warga NU. Ketua PCNU Sumenep tersebut mencurahkan pengalamannya saat mengalami kecelakaan di Cirebon tahun lalu.

 

Menurutnya, kejadian yang menimpa dirinya sama dengan  musibah yang dialami Kiai Muntaji. Tidak berlebihan ketika muncul rasa prihatin dari Kiai Pandji.

 

Apalagi Kiai Muntaji merupakan salah satu guru ngaji yang harus dimuliakan, seperti falsafah Madura yang menjadi pegangan yaitu bhapa', bhebu', guru, rato.

 

"Di Cirebon, Jawa Barat, di sana saya ditolong oleh salah satu pesantren. Bahkan mengutus santri-santrinya untuk bergiliran  menjaga di ruang rawat inap. Termasuk ada yang dari non-muslim, Gusdurian dan lainnya juga membesuk kami untuk mengetahui kondisi kesehatan kami," ungkap Alumni Peantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut.

 

Atas dasar itulah, Kiai Pandji tergerak dan mengajak jajaran pengurus PCNU untuk membantu sesama dengan kepedulian seperti yang dialami saat kecelakaan di Cirebon.

 

 

Kiai Pandji juga bercerita bahwa K Abdullah Sajjad Guluk Guluk setiap mendengar tetangga sakit tanpa diundang tergerak datang ke rumahnya membacakan burdah untuk kesembuhan yang sakit. Kepedulian itu kata Kiai Pandji layak dicontoh oleh para santri dan warga nahdliyyin demi menyambung sanad keilmuannya.

 

"Kita selaku warga NU, mestinya mencontoh dan meneladani sikap Kiai Sajjad yang dikenal sosok yang sosialis," pungkasnya.

 

Penulis: Abdul Warits

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah