Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

OPOP Jatim Lahirkan Wirausahawan dari Alumni Pesantren

OPOP Jatim Lahirkan Wirausahawan dari Alumni Pesantren
Rapat OPOP Jatim. (Foto: NOJ/opopjatim)
Rapat OPOP Jatim. (Foto: NOJ/opopjatim)

Surabaya, NU Online Jatim

One Pesantren One Product (OPOP) Jatim menjadi program rujukan pesantren untuk memajukan dan memasarkan produk unggulannya. Namun tidak hanya itu, program ini juga menargetkan lulusan pesantren menjadi wirausahawan.

 

Mas Purnomo Hadi, Ketua Harian OPOP Jatim mengatakan bahwa tahun 2024 ditargetkan ada 1000 alumni yang berwirausaha sehingga dapat membuka peluang kerja bagi yang lain. “Jadi bukan hanya pesantren dan santrinya saja, alumni juga kita akan bantu untuk menjadi wirausahawan,” katanya setelah Rapat Sinergi Program OPOP Jatim dengan PT Telkom di Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Jumat (21/5/2021).

 

Hadi mengungkapkan jika saat ini produk OPOP sebenarnya sangat banyak, namun yang terdata baru sekitar 250 produk. “Produk yang masuk harus sesuai standar dan sertifikasi. Salah satu produk unggulan kami adalah makanan, minuman, dan fashion,” ungkapnya.

 

Menurut Mohammad Ghofirin, Sekretaris OPOP Jatim, untuk bergabung dalam program OPOP tidaklah susah. Syaratnya hanya memiliki produk unggulan dan pesantren tersebut sudah terdaftar di Kementerian Agama.

 

“Produk unggulan pesantren tidak harus yang sudah dikenal, produk baru juga bisa didaftarkan, nanti kami yang akan membatu memasarkan dan meningkatkan kualitas produk tersebut,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, ke depan OPOP akan melakukan pendampingan dari segi kelembagaan, sumber daya manusia, produk, pemasaran, dan permodalan.

 

“Kehadiran OPOP untuk membantu perekonomian pondok pesantren. Sehingga pesantren dipacu untuk menghasilkan minimal satu produk unggulan yang bisa menggerakkan perekonomian,” terangnya.

 

Di samping itu, Ghofirin juga menjelaskan terkait pangsa pasar produk OPOP Jatim. Menurutnya, antar pesantren bisa saling bertukar produk sehingga bisa terus memutar produksi dan kebutuhan masing-masing terpenuhi.

 

“Misalnya, pesantren yang berada di dataran tinggi biasanya menghasilkan produk olahan pertanian, mereka bisa menjual pada ke pondok di daerah pesisir yang biasanya banyak memproduksi makanan olehan dari ikan,” jelasnya.

Bank Jatim (31/7)