Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

OPOP Jatim Lahirkan Wirausahawan dari Pesantren

OPOP Jatim Lahirkan Wirausahawan dari Pesantren
Muhammad Ghofirin, Sekretaris OPOP Jatim. (Foto: NOJ/opopjatim)
Muhammad Ghofirin, Sekretaris OPOP Jatim. (Foto: NOJ/opopjatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Selain menjadi tempat pendidikan keagamaan, pesantren juga terus didorong untuk menjadi pusat perekonomian. Para santri pun diajak untuk mengenal dan menyelam lebih dalam di sektor kewirausahaan.

 

Muhammad Faqih, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengatakan bahwa dalam mendorong perekonomian ini, pesantren seringkali mengalami kendala.

 

“Ada beberapa tantangan di tiap pesantren, mulai dari legalitas usaha, perizinan, ada peningkatan SDM. Kami membentuk OPOP Training Center untuk kegiatan pendampingan dan pelatihan. Selain itu kami juga berusaha untuk mengembangkan OPOP Mart agar produk-produk pesantren ini bisa dipasarkan secara digital,” katanya, Kamis (20/05/2021).

 

Selain itu, Muhammad Ghofirin, Sekretaris One Pesantren One Product (OPOP) Jatim mengungkapkan bahwa OPOP Training Center Unusa mempunyai peranan penting untuk mengawal program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini.

 

“Target di tahun 2024, ada 1000 produk unggulan yang dilahirkan dari 1000 pesantren. Maka sudah menjadi kewajiban Unusa untuk mengawal dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

 

OPOP Jatim juga didukung oleh Bank Jatim Syariah. Lembaga keuangan perbankan syariah ini akan memberikan kartu OPOP Jatim Berdaya yang ditargetkan ada 10 ribu kartu.

 

“Kartu keanggotaan ini mirip ATM, seperti dompet elektronik sehingga ketika melakukan transaksi sifatnya cashless. Harapannya kita bisa support 10 ribu kartu. Tentunya untuk percepatan ini kita kerja sama dengan Unusa yang memiliki SDM mumpuni,” ujar Arif Wicaksono, Kepala Divisi Bisnis Bank Jatim Syariah.

Bank Jatim (31/7)