Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pandemi Covid-19, LP Ma’arif Gresik Bakal Gelar UAMNU Secara Daring

Pandemi Covid-19, LP Ma’arif Gresik Bakal Gelar UAMNU Secara Daring
Workshop operator sekolah dan madrasah menjelang pelaksanaan UAMNU di Kabupaten Gresik, Sabtu (17/01/2021).
Workshop operator sekolah dan madrasah menjelang pelaksanaan UAMNU di Kabupaten Gresik, Sabtu (17/01/2021).

Gresik, NU Online Jatim

Ujian Akhir Ma'arif Nahdlatul Ulama (UAMNU) di Kabupaten Gtresik akan dilaksanakan bulan Februari dan Maret 2021. Karena Pandemi Covid-19 masih belum usai, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Gresik merencanakan pelaksanaan UAMNU secara daring.

 

"Ujian Ma'arif merupakan kewajiban bagi lembaga yang berada dalam naungan dan pembinaan LP Ma'arif NU. Karena dengan mengikuti ujian tersebut akan mendapatkan ijazah, maka anak didik kita akan menjadi bangga bahwa ia menjadi alumni dari sekolah atau madrasah Ma'arif.  Dan sebagai identitas kepemilikan bahwa kita benar-benar lulusan dari Ma'arif NU, Negara telah mengakui bahwa ijazah Ma'arif dapat digunakan untuk mendaftar di berbagai instansi pemerintah bahkan ke luar negeri ijazah Ma'arif pasti diakui,” kata Jazuli, Ketua LP Ma’arif Kabupaten Gresik, Ahad (17/01/2021).

 

Ia juga meminta masyarakat menyampaikan kepada pihaknya apabila mengetahui ada sekolah yang notabene berafiliasi dan bercorak NU, namun tidak menyelenggarakan UAMNU. “Bisa menyampaikan ke kami. Akan kami komunikasikan sebab tidak mengikuti ujian tersebut,” ujarnya.

 

Untuk persiapan UAMNU telah dilaksanakan workshop untuk operator sekolah dan madrasah baik tingkat MWC maupun SLTP dan SLTA yang ditempatkan di Aula Ma’arif dan Aula SMA NU 1 Gresik selama dua hari, Sabtu dan Ahad (16-17/01/2021).

 

Dalam pelaksanaan workshop ini telah disampaikan penggunaan aplikasi yang nantinya digunakan peserta didik dalam melaksanakan UAMNU.

 

Yusuf Koordinator Bidang IT LP Ma’arif Gresik menyampaikan, pemahaman aplikasi ini mudah untuk diterapkan pada peserta didik terutama tingkat MI-SD. “Kunci keberhasilan operator dalam mengawal ujian ini ada di kelengkapan data, mengikuti simulasi, selalu koordinasi dengan wali murid," ungkap Yusuf.

 

Pelaksanaan UAMNU yang berbasis smartphone tahun ini akan diikuti oleh 12.358 peserta dari semua tingkatan. Dengan jumlah yang begitu besar perlu kerja keras dari semua elemen mulai dari siswa, wali murid, pihak sekolah atau madrasah, dan panitia UAMNU.

 

 

“Semoga pelaksanaan di tengah pandemi ini berjalan dengan lancar dan sukses untuk semuanya, tidak kalah pentingnya kita semua senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan semoga pandemi ini segera berakhir," harap Yusuf.

 

Editor: Romza

 

F1 Promosi Iklan