Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pastikan Kondisi Warga Surabaya, KKN Unusa Gelar Cek Kesehatan

Pastikan Kondisi Warga Surabaya, KKN Unusa Gelar Cek Kesehatan
Peserta KKN Kelompok 19 Unusa di kawasan Semampir Surabaya. (Foto: NOJ/Hum)
Peserta KKN Kelompok 19 Unusa di kawasan Semampir Surabaya. (Foto: NOJ/Hum)

Surabaya, NU Online Jatim

Upaya menjaga kesehatan masyarakat harus melibatkan beragam kalangan. Seperti yang dilakukan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau Unusa.

 

Peserta KKN yang berada di kelompok 19 tersebut melakukan pengecekan kesehatan kepada warga di kawasan Komplek Koarmada II Flat B4, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

 

Ketua kelompok 19 KKN Unusa, Pinky Ayu Marsela Arindis menjelaskan bahwa langkah ini untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat terlebih di tengah pandemi Covid-19. Pengecekan kesehatan dilakukan mulai dari cek tekanan darah hingga cek gula darah di mana mahasiswa mendatangi langsung ke rumah warga.

 

“Ini untuk memastikan kesehatan masyarakat, terlebih di tengah pandemi yang memang tidak jarang membuat tekanan darah dan gula darah tidak terkontrol dengan baik,” katanya, Kamis (10/9/2020).

 

Pinky menjelaskan langkah ini untuk mendeteksi penyakit yang diderita masyarakat terlebih diabetes dan tekanan darah.

 

“Dengan ini masyarakat dapat mengetahui tekanan darah hingga gula darah merek. Jadi, bisa mengontrol makanan yang dikonsumsi,” jelasnya.

 

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN Unusa juga menggelar kajian islami untuk kalangan remaja atau kaum milenial.

 

“Kajian ini kami gelar melalui aplikasi zoom atau online, meskipun begitu antusias remaja ini cukup bagus,” ungkap Pinky.

 

Untuk mempersiapkan masa adaptasi kebiasaan baru, mahasiswa KKN Unusa memberikan bantuan hand sanitiszer.

 

“Sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat agar terhindar dari paparan virus Corona yang sudah cukup banyak memakan korban,” pungkasnya.

Iklan Hari Pahlawan