Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PC Fatayat NU Tulungagung Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas

PC Fatayat NU Tulungagung Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas
Penyerahan secara simbolis bantuan untuk penyandang disabilitas dari PC Fatayat NU Tulungagung kepada PAC Fatayat. (Foto: NOJ/ Hida).
Penyerahan secara simbolis bantuan untuk penyandang disabilitas dari PC Fatayat NU Tulungagung kepada PAC Fatayat. (Foto: NOJ/ Hida).

Tulungagung, NU Online Jatim

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tulungagung menggelar Shalawat Burdah dan Takir Besek Plontang. Acara ini mengambil tema "Cinta Nabi, Cinta Pahlawan Bentuk Kekuatan Kepedulian Kepada Sesama Di Tengah Pandemi Covid-19".

 

Kegiatan ini diawali penampilan dari Grup An Najma, grup shalawat PC Fatayat NU Tulungagung. "Acara Gebyar Shalawat ini sebagai wujud cinta Rasulullah dalam memperingati Maulid Nabi dengan pembacaan shalawat burdah dan Takir Besek Plontang sebagai rasa kebersamaan kita," kata Siti Kusnul Kotimah, Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Selasa (10/11/2020).

 

Lebih lanjut, perempuan yang sedang menempuh pendidikan doktor ini mengungkapkan perjalanan kegiatan Fatayat di  bawah kepemimpinannya setiap bulannya tidak berjeda. Sekalipun belum melakukan pelantikan.

 

"Tidak terasa satu tahun sudah berkhimat untuk negeri ini. Dari satu tahun ini tentu mengalami dinamika perjalanan. Filosofi Fatayat layaknya lampu petromak, akan menyala terang saat di pompa dan adanya spirtus. Dan spirtus kami adalah anggota Fatayat PAC se Kabupaten Tulungagung bersama pembina," jelasnya.

 

Adapun acara ini dilanjutkan dengan pembacaan shalawat burdah. Hadir dalam kegiatan ini KH Abdul Hakim Mustafa Ketua Tanfidhiyah Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU), Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Dandim 0807/ Tulungagung Letkol Inf Mulyo Junaedi, seluruh pengurus lembaga dan Badan Otonom atau Banom PCNU Tulungagung.

 

"Hari Pahlawan 10 November akhir dari peristiwa yang diperintahkan oleh KH Hasyim Asy’ari dengan adanya resolusi jihad. Untuk itu kita bangga sebagai warga NU. Tokoh NU tidak hanya sebagai pemain pelengkap. Bahkan ada beberapa tokoh NU yang dinyatakan sebagai pahlawan nasional," ungkap KH Abdul Hakim Mustafa.

 

Ketua PCNU tersebut mengingatkan hasil dari perjuangan para pahlawan. Hal itu menjadi tanggung jawab untuk dilestarikan oleh semuanya. Kiai Abdul Hakim juga mengajak mengheningkan cipta dengan mengirimkan fatihah kepada ulama yang telah memperjuangkan NKRI dan pahlawan lainnya.

 

"Dengan kerasulan Nabi Muhamamad, ini menjadi keuntungan umat Islam di dunia. Terbukti, dengan diangkatnya kaum perempuan bisa merdeka. Selain itu, untuk membangun akhlak. Semoga anak turun kita mendapatkan pendidikan moral yang baik, dan berguna bagi nusa dan bangsa dan mempertahankan NKRI,"tandasnya.

 

Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi Maulid Nabi dan Hari Pahlawan karya Siti Kusnul Kotimah oleh anggota Fatayat NU Tulungagung. Serta shalawat qiyamul qiyam. Menariknya, shalawat qiyam ini turut diiringi oleh penabuhan rebana para undangan.

 


 

Sebagai acara penutup yakni tawasul fatihah kepada Rasulullah dan ulama-ulama yang memperjuangkan negeri ini, sekaligus para ulama yang berkhidmat di NU Tulungagung. Setelah itu, menikmati takir  Plontang Tulungagung yang biasa dibungkus daun pisang, bedanya ini dari besek.

 

Terakhir sebagai bentuk rasa syukur, PC Fatayat NU Tulungagung turut berbagi dengan memberikan bantuan sembako kepada penyandang distabilitas  melalui PAC Fatayat NU se Kabupaten Tulungagung.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)