Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PCINU Beberkan Cara Meraih Beasiswa di Tiongkok

PCINU Beberkan Cara Meraih Beasiswa di Tiongkok
Faishol Firdaus, Wakil Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Tiongkok. (Foto: NOJ/Alvin)
Faishol Firdaus, Wakil Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Tiongkok. (Foto: NOJ/Alvin)

Surabaya, NU Online Jatim

Kuliah di luar negeri merupakan impian sebagian besar orang. Banyak hal yang membuat impian ini terasa sangat menarik untuk dicapai, mulai dari bisa kuliah gratis, mendapat uang saku, jalan-jalan ke tempat menarik dan lain sebagainya.

 

Faishol Firdaus, Wakil Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Tiongkok menjelaskan bahwa dalam setiap tahunnya pemerintah Tiongkok memberikan dana beasiswa kepada pelajar internasional dari berbagai negara.

 

"Pemerintah Tiongkok setiap tahunnya memberikan dana beasiswa kepada pelajar internasional melalui lembaga China Sholarship Council (CSC) dengan Program China Government Sholarship (CGS). Dan terdapat sepuluh negara ASEAN yang mendapatkan kuota 1.000 penerima beasiswa setiap tahunnya, " kata Faishol, Sabtu (13/02/2021).

 

Alumnus program master di Jilin University ini mengatakan, bahwa pendaftaran program beasiswa CSC dalam setiap tahunnya dibuka dari bulan Januari sampai April.

 

"Pendaftaran beasiswa CSC dibuka setiap bulan Januari sampai April. Pendaftaran beasiswa bisa diakses melalui website resmi  CSC, yaitu www.csc.edu.cn/laihua," terangnya saat mengisi program webinar Menyapa Nusantara#1 yang diselenggarakan oleh Organisasi Pemuda Indonesia Menyapa (PENA) bertajuk 'Kuliah di Luar Negeri Gratis'.

 

Ia menambahkan bahwa program beasiswa CSC terdapat dua macam, yakni beasiswa penuh (full scholarship) dan partial sholarship. Untuk beasiswa penuh mencakup biaya asrama, biaya hidup, biaya kuliah, asuransi, material buka dan paket trip wisata lokal setiap tahunnya, sedangkan partial hanya mencakup biaya kuliah saja.

 

Terdapat tiga jenis beasiswa, yaitu Bilateral Program (Chinese Embbasy), ASEAN University Network (ALUN) Program, dan Chinese University Program.

 

"Bilateral Program adalah beasiswa antar negara yang memiliki hubungan diplomatik, kemudian ALUN Program adalah beasiswa diberikan masyarakat ASEAN, dan terakhir Chinese University Program ini merupakan beasiswa dari kampus di China langsung," ujarnya.

 

Faishol juga menyampaikan terkait persyaratan atau berkas-berkas yang harus disiapkan dalam mendaftar beasiswa.

 

"Siapkan fotokopi ijazah dan transkip nilai akademik terakhir yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau Mandarin, rencana studi berbahasa Inggris atau Mandarin 800 kata, dua surat rekomendasi dari doktor atau guru besar, fotokopi paspor, dan surat foreigner physical examination form (general check up)," jelas santri Alumnus Madrasah NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus ini.

 

Dirinya berharap kepada mahasiswa Indonesia yang hendak melanjutkan studi ke China untuk jangan takut, karena tidak bisa bahasa Mandarin.

 

"Jangan takut, di kampus ada pilihan dua bahasa pengantar, yaitu Inggris dan Mandarin. Jika Mandarin belum bisa nanti ada pelatihan bahasa Mandarin tersendiri," pungkasnya.

 

Penulis: M Alvin Jauhari

Editor: Risma Savhira

F1 Bank Jatim  Syariah 17/9