Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Peduli Lingkungan, Gusdurian Trenggalek Tandur Bareng Lintas Iman

Peduli Lingkungan, Gusdurian Trenggalek Tandur Bareng Lintas Iman
Gusdurian bersama Dinas Kehutanan yang telah memberika bibit pohon. (Foto: NOJ/Dok Gusdurian)
Gusdurian bersama Dinas Kehutanan yang telah memberika bibit pohon. (Foto: NOJ/Dok Gusdurian)

Trenggalek, NU Online Jatim
Gusdurian Trenggalek melakukan kegiatan Tandur Bareng Lintas Iman. Peserta sendiri terdiri dari Gusdurian Trenggalek, Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Komunitas Pecinta Lingkungan Karanganyar dan lain-lain.

 

Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Wilayah Trenggalek untuk mendapat bibit yang akan ditanam kurang lebih 1000 pohon. Bertempat di Telaga Mbeji Maron, Desa Karanganyar, Kabupaten Trenggalek, Ahad (21/02/2021).

 

Ketua Gusdurian, Abdurrahman mengatakan, kegiatan ini tidak lepas sebagai bentuk kebermanfaatan kepada sesama, tidak memandang suku, ras, maupun agama.

 

"Kegiatan apa yang bisa dilakukan bersama yang bisa membawa manfaat untuk masyarakat luas," katanya.

 

Gusdurian Trenggalek lahir dikarenakan adanya kecintaan dan semangat untuk meneruskan visi luhur Gus Dur. Jumlah anggota di Trenggalek sendiri menurutnya lumayan banyak.

 

"Jumlah simpatisan dan anggotanya banyak, cuma yang aktif belum banyak," ungkapnya.

 

Selain itu ada beberapa acara yang diinisiasi oleh Gusdurian Trenggalek salah satunya diskusi dengan berbagai komunitas khususnya pemuda, seperti GKJW, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah dan seterusnya.

 

Gusdurian berkhidmah pada beberapa bidang garap yaitu membangun persaudaraan, kebangsaan melalui pemberdayaan masyarakat, isu tentang toleransi, kebhinekaan, kebangsaan, kearifan lokal, Islam rahmatan lil 'alamin," paparnya.

 

Ia mengatakan bahwa, Gusdurian melihat sembilan nilai luhur yang dimiliki Presiden keempat pada tahun 1999 hingga 2001 harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan dan kearifan tradisi," ujarnya.

 

Abdurrahman menambahkan bahwa generasi saat ini harus mengedapankan sikap-sikap seperti di atas. Ide yang menjadi manifestasi dari seluruh pergulatan sepak terjang KH Abdurrahman Wahid.

 

"Semoga membawa manfaat dalam upaya menjaga harmoni kehidupan, membangun persaudaraan sesama bangsa, dan bermanfaat untuk generasi kedepan," pungkasnya.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim