Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pegang Teguh Nilai-Nilai Aswaja, Unisma Kawal Perdamaian Dunia

Pegang Teguh Nilai-Nilai Aswaja, Unisma Kawal Perdamaian Dunia
Prof Dr H Maskuri, Rektor Unisma. (Foto: NOJ/bm)
Prof Dr H Maskuri, Rektor Unisma. (Foto: NOJ/bm)

Malang, NU Online Jatim

Seluruh civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma) memegang teguh prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah. Oleh karenanya, Unisma sebagai kampus di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) berkomitmen untuk menebarkan ajaran Islam Rahmatan lil ‘Alamin.

 

Unisma yakin, dengan menganut paham tersebut, dapat meyakinkan khalayak umum sebagai kiblat perdamaian dunia. Artinya, segala kegiatan di kampus mengimplementasikan ajaran Islam yang ramah dan moderat. Hal tersebut disampaikan oleh Prof Dr H Maskuri, Rektor Unisma.

 

“Seluruh civitas akademika harus memegang prinsip Aswaja, yaitu tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran) dan ta'adul (adil). Jangan sampai menjadi masalah di tengah masyarakat,” katanya, Kamis (04/02/2021).

 

Pemimpin kampus nomor satu di lingkungan NU itu mengatakan, bahwa negara tidak bisa berdiri dengan baik jika didalamnya tidak harmonis.

 

“Majunya suatu negara ditentukan oleh keharmonisan penduduknya. Kondisi itu yang akan dikawal Unisma. Maka, kami menggembleng mental mahasiswa agar selalu menebarkan kemaslahatan di tengah masyarakat,” jelasnya.

 

Dalam upaya mewujudkan cita-cita tersebut, Prof Maskuri berpendapat, bahwa perlu adanya keseimbangan antara intelektual, emosional, dan spiritual.

 

“Di Unisma kami menekankan keseimbangan tiga aspek tersebut. Misalnya, kami membaca shalawat Nuril Anwar sebelum perkuliahan dimulai. Dengan begitu, spiritualitas terjaga, sehingga dapat menambah energi positif,” terangnya.

 

Selain itu, melalui ajaran yang diimplementasikan di dalam kampus, Unisma juga membawa misi perdamaian dunia melalui civitas akademika dan seluruh alumni yang tersebar di penjuru dunia.

 

“Mahasiswa dan alumni kita di luar negeri juga akan menjadi motor penggerak agen perubahan dengan sikap ramah dan moderat yang dilakukan sehari-hari,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Unisma memiliki mahasiswa dengan berbagai latar belakang agama, suku, bahasa, dan budaya yang berbeda.

 

“Hal ini adalah salah satu contoh potret kampus yang mengajarkan tentang perdamaian serta nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim