Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pelajar NU Sumenep Dituntut Miliki Gagasan Luar Biasa

Pelajar NU Sumenep Dituntut Miliki Gagasan Luar Biasa
Lokakarya Kaderisasi dan Penguatan Organisasi oleh PC IPNU-IPPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)
Lokakarya Kaderisasi dan Penguatan Organisasi oleh PC IPNU-IPPNU Sumenep. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Kaderisasi merupakan ujung tombak dalam berorganisasi. Penguatan dalam hal kaderisasi dan kelembagaan organisasi merupakan suatu hal yang niscaya untuk dilakukan oleh kader pelajar NU, di mana pun tinggal.

 

Atas kesadaran inilah, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep menggelar ‘Lokakarya Kaderisasi dan Penguatan Organisasi’. Kegiatan hasil kerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) IPNU-IPPNU Jawa Timur dan dipusatkan di aula PCNU Sumenep, Rabu (9/9/2020).

 

Ketua PC IPNU Sumenep, Zaynollah dalam sambutannya menuturkan bahwa acara dimaksudkan memberikan gambaran dan arahan kepada kader IPNU-IPPNU di Kabupaten Sumenep dalam melaksanakan proses kaderisasi. Agar nantinya gerakannya langsung taktis, tidak hanya berkutat di wacana dan teori belaka.

 

“Sehingga apa-apa yang menjadi kekurangan di Sumenep, nanti bisa kita diskusikan bareng bersama pengurus PW IPNU-IPPNU Jatim, agar persoalan yang selama ini melingkupi kita bisa terpecahkan dan ditemukan solusinya,” ujarnya.

 

Terkait penguatan organisasi, aktivis Gusdurian Sumenep ini berharap bagaimana nantinya IPNU-IPPNU tangguh secara kelembagaan, baik secara kemandirian maupun yang lainnya. Sehingga harus yakin bahwa sejauh ini secara keanggotaan, IPNU-IPPNU adalah organisasi pelajar paling besar di Sumenep.

 

“Hal ini harus kita imbangi dengan kemapanan dari segi kelembagaan, yaitu harus ditopang dengan keberhasilan. Kader IPNU-IPPNU dituntut selalu berkreasi dan berinovasi demi majunya organisasi,” tegasnya.

 

Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Puput Kurniawati mengatakan bahwa berkegiatan dalam berorganisasi di masa new-normal menjadi tantangan untuk melakukan inovasi.

 

“Akan tetapi, juga sebagai keberuntungan lain karena dipertemukan dengan kondisi yang luar biasa. Yang hal itu menuntut kita untuk berfikir luar biasa,” katanya.

 

Ia pun menambahkan, dengan adanya kondisi sekarang, kalau tidak segera bergiatan akan membuat kader mulai kehilangan semangat. Hal tersebut menjadi tantangan sangat serius untuk mengeluarkan ide kreatif dan inovatif.

 

“Sebagai pengurus, kemampuan kita benar-benar diuji dalam menyikapi pandemi ini,” tegasnya.

 

Jika tetap berkutat dengan kegiatan sebagaimana sebelum pandemi, maka akan tergerus dengan organisasi pelajar lain. Karena  mereka berupaya untuk melakukan proses akulturasi terhadap kondisi yang tidak biasa ini.

 

Karenan itu dirinya mengajak menyatukan tekad untuk melawan kondisi pandemi yang tidak biasa dengan ide inovatif dan luar biasa.

 

“Agar kita tetap berpijak di tempat yang sama, dan tidak tergilas oleh organisasi lain. Kita harus punya progres menuju kehidupan yang lebih baik lagi,” ajaknya.

 

Puput, sapaannya, menyebutkan bahwa kapasitas dan kapabilitas pengurus atau pemimpin bisa diuji dan dibuktikan ketika menghadapi keadaan yang tidak biasa seperti saat ini. Seorang pemimpin harus hadir di tengah masalah dan memberikan solusi terbaik sebagai bentuk penyelesaian.

 

Pertanyaannya, saat krisis seperti sekarang ini, bisakah untuk tetap survive, atau justru tumbang dan tidak bisa bertahan. “Jika IPNU-IPPNU survive di masa saat ini, insyaallah di masa sulit lainya di masa yang akan datang kita bisa tetap survive sebagai organisasi di kondisi yang seperti ini,” ujarnya.

 

Puput pun berpesan, IPNU-IPPNU Sumenep diharapkan terus mempererat ikatan antara pengurus dengan anggota. Pengurus dituntut terus mengurusi anggota (kader), jangan sampai pengurus jadi urusan. Karena pengurus sendiri yang tidak aktif, sehingga menjadi urusan bagi kader lain.

 

Sesi selanjutnya yaitu penyampaian materi terkait hal yang berkaitan dengan proses kaderisasi, yang disampaikan Iqbal Hamdan Habibi. Ia menyebutkan bahwa kaderisasi itu ada tiga macam, yaitu kaderisasi formal, non-formal, dan informal.

 

Iqbal sapaannya, menyebutkan bahwa kaderisasi formal adalah proses kaderisasi yang baku dan ada aturan tetapnya, seperti halnya Makesta, Lakmud, Lakut dan lainnya. Kaderisasi ini lumrahnya bersifat semi doktrinasi, dengan menggunakan paradigma tranformatif, tidak terlalu liberal, dan tidak terlalu radikal.

 

“Kaderisasi formal nantinya akan membentuk karakter seorang pelajar yang memiliki jiwa leadership dan percaya diri,” katanya.

 

Iqbal pun berharap, Sumenep yang kaya dengan potensi alam, kultur kader bisa dimanfaatkan.

 

“Sangat jarang kader yang memiliki soliditas dan kekompakan seperti di Sumenep. Karena itu, banyak kalangan menunggu gebrakan baru yang akan dilakukan kader IPNU-IPPNU kabupaten di sini,” pungkasnya.

 

Editor: Ayun

PWNU Jatim Harlah