Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Pesantren Darul Ulum Jombang Ditunda

Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Pesantren Darul Ulum Jombang Ditunda
SMA DU 2 di Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. (Foto: NOJ/LdN)
SMA DU 2 di Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. (Foto: NOJ/LdN)

Jombang, NU Online Jatim

Kasus ditemukannya ratusan santri yang positif terserang virus Corona di Banyuwangi membuat pihak Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang ekstra waspada. Rencana pembelajaran tatap muka yang harusnya segera diuji coba pada 4 September di tingkat SMK dan SMA akhirnya ditunda.

 

Penegasan ini disampaikan Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, KH Zaimuddin Wijaya As’ad kepada sejumlah insan media, Rabu (2/9/2020).

 

“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan di SMA Darul Ulum 1 dan 2 ditunda dulu,” kata Gus Zuem, sapaan akrabnya.

 

Menurutnya, hal tersebut untuk mengantisipasi agar tidak terjadi seperti di Banyuwangi. Sehingga, kawasan Pesantren Darul Ulum disterilisasi selama dua pekan. Terhitung dari tanggal 3 sampai 17 September 2020. Hal tersebut untuk memastikan bahwa santri sehat dan bebas dari Covid-19.

 

Dikemukakannya mulai dari kembalinya santri gelombang terakhir datang ke pondok yakni 30 hingga 31 Agustus kemarin, maka langsung dilakukan sterilisasi dan santri tidak diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah.

 

Disampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang telah mengeluarkan surat edaran Nomor 420/1602/101.6.26/2020 tentang Permohonan Ijin Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka. . Karena itu, pihak Pesantren Darul Ulum belum bisa merespons dengan baik terkait penunjukkan SMA DU 1 dan 2 sebagai tempat ujicoba pembelajaran tatap muka.

 

“Kalaupun nanti dilaksanakan kemungkinan dari surat yang pihak DU buat tanggal 18 September baru bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, kebijakan yang diputuskan pihak Pesantren Darul Ulum dapat dimaklumi dan tidak memaksakan jika memang sekolah belum siap.

 

“Sekolah ada yang siap, ada yang belum siap. Tim Cabdisdik telah mengevakuasi, bagi sekolah yang belum siap menerapkan protokol kesehatan tidak boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas,” ujar Trisilo.

 

Dikatakan, pembelajaran tatap muka terbatas hanya boleh dilaksanakan pada sekolah yang sudah siap memenuhi protokol kesehatan. Dan tidak memaksakan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

 

“Sebagai alternatif pengganti SMA DU 1 dan 2, kami menunjuk SMKN 1 Jombang dan SMAN Mojoagung,” pungkasnya.

 

Iklan promosi NU Online Jatim