Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksin pada Calon Jamaah Haji

Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksin pada Calon Jamaah Haji
HM Madini Farouq, Wakil Ketua FK-KBIHU Jawa Timur. (Foto: NOJ/A Hasan)
HM Madini Farouq, Wakil Ketua FK-KBIHU Jawa Timur. (Foto: NOJ/A Hasan)

Jember, NU Online Jatim

Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (FK-KBIHU) meminta kepada pemerintah untuk memberikan prioritas vaksin Covid-19 kepada para calon jamaah haji. Apalagi mereka telah tertunda satu tahun keberangkatannya karena adanya wabah virus Corona.

 

Kebijakan itu diharapkan bisa diberlakukan terutama kepada calon jamaah haji yang sudah masuk daftar berangkat tahun 2020 tetapi dibatalkan karena pandemi tersebut.

 

“Mereka yang tahun lalu tertunda keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji tentu sangat berharap bisa berangkat tahun ini,” kata HM Madini Farouq, Rabu (03/03/2021).

 

Apalagi menurut Wakil Ketua FK-KBIHU Jawa Timur tersebut bahwa dalam kenyataannya mereka telah mengantri sebagai daftar tunggu dalam rentang waktu yang cukup lama.

 

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan aturan bahwa seluruh calon jamaah yang akan melaksanakan haji tahun 2021 harus sudah divaksin Covid-19. Persyaratan ini harus direspons pemerintah dalam bentuk memberikan prioritas kepada calon jamaah yang sudah terjadwal berangkat tahun lalu tapi ditunda. 

 

“Maka prioritas kepada mereka yang mau berangkat tahun ini menjadi sangat rasional dan harus segera dilaksanakan karena waktu keberangkatan sudah sangat dekat,” paparnya.

 

Pria yang akrab disapa Gus Mamak itu menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 yang dibutuhkan jamaah bukan barang yang bisa didapat dengan mudah. Apalagi saat ini ketersediaannya juga sangat terbatas.

 

“Oleh karena ini, demi kelancaran calon jamaah haji diharapkan dapat prioritas demi kelancaran proses keberangkatan para calon tamu Allah,” terangnya.

 

Sebagaimana diberitakan, Saudi Arabia telah mewajibkan vaksin Covid-19 sebagai syarat masuk dan melaksanakan ibadah rukun Islam kelima tersebut. Setelah setahun lalu pemerintah setempat memberlakukan larangan masuk Saudi seiring mewabahnya virus Corona, termasuk Indonesia.

 

Penulis: Ahmad Hasan Halim

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim