Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Peminat Kian Menurun, KKN Instika Guluk-guluk Gelar Pelatihan Kaligrafi

Peminat Kian Menurun, KKN Instika Guluk-guluk Gelar Pelatihan Kaligrafi
Santri Annuqayah mendapatkan bimbingan seni kaligrafi dari peserta KKN Instika. (Foto: NOJ/Firdausi)
Santri Annuqayah mendapatkan bimbingan seni kaligrafi dari peserta KKN Instika. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Kaligrafi salah satu seni Islam yang dikenal di mana-mana. Perkembangannya saat ini menjadi hiasan pokok di tempat keagamaan seperti masjid, mushalla atau surau. Termasuk di sekolah, pesantren, auditorium, rumah sakit, kantor, dan rumah Nahdliyin.

 

Besarnya manfaat keterampilan tersebut, membuat peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk menggelar pelatihan kaligrafi. Pesertanya adalah santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, Kamis (3/9/2020).

 

Menurut Lukmanul Hakim, seni kaligrafi menempati posisi tinggi. Hal ini dapat dilihat pada banyaknya artefak dan lukisan yang disertai teks Arab.

 

Ketua Posko 21 KKN-DR tersebut menyatakan bahwa seni kaligrafi harus diperhatikan oleh pengurus pesantren. Karena lomba berskala nasional sudah bermunculan, sehingga menarik daya minat santri untuk menunjukkan bakatnya.

 

"Kami sengaja mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada para calon seniman yang tergabung dalam wadah Jamiyah Al-Khatti Al-Arabi atau JKA Lubangsa yang dari dulu berfungsi sebagai media utama dalam mengembangkan bakat dan minat santri dalam dunia kaligrafi," katanya.

 

Namun dalam perjalanannya, seniman kaligrafi yang tergabung dalam JKA Lubangsa semakin berkurang. Bahkan anggotanya hanya itu-itu saja sehingga mengalami krisis kader.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah menghadirkan M Rafi'uddin Al-Farisi selaku peserta KKN-DR yang ahli di bidang seni kaligrafi. Yang bersangkutan juga istikamah membimbing santri selama sebulan untuk menyalurkan bakat seni kaligrafi Arab.

 

Menurutnya, kaligrafi merupakan seni menulis huruf yang bukan hanya huruf Arab, tetapi seluruh huruf yang ada. Dijelaskan bahwa perkembangan khat dalam dunia Islam mengalami perkembangan luar biasa sehingga dikenal dengan 8 jenis. Yakni naskh, tsuluts, diwani, diwani jali, farisi, kufi, riq'ah, dan raihani.

 

Namun dalam pelatihan dan pendampingan kali ini, para kader akan memprioritaskan pada pelatihan khat naskhi. Karena jenis tersebut merupakan dasar utama untuk memahami beragam jenis khat lain.

 

Dirinya berharap dengan mengenalkan dan menggali potensi calon kader, bisa mengembangkan dan menarik antusias santri.

“Jika dibuktikan dengan karya yang mampu menghiasi dinding rayon dan kamar santri, maka lambat laun calon kader akan semakin banyak bergabung," pungkasnya.

Iklan promosi NU Online Jatim