Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pemkab Bangkalan Kembangkan Komoditas Kedelai

Pemkab Bangkalan Kembangkan Komoditas Kedelai
Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Amin Imron saat penandatanganan MoU dengan Eka Triatna Shanti selaku Chief Executive Officer PT Khalifah Incorporation, Rabu (05/05/2021). (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).
Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Amin Imron saat penandatanganan MoU dengan Eka Triatna Shanti selaku Chief Executive Officer PT Khalifah Incorporation, Rabu (05/05/2021). (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).

Bangkalan, NU Online Jatim

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus mengembangkan sektor pertanian untuk kesejahteraan petani. Kali ini dikhususkan pada pengembangan komuditas kedelai dengan kerja sama dengan pihak ketiga.  

 

Kerja sama itu tertuang dalam  Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditanda tangani Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Amin Imron dengan Eka Triatna Shanti selaku Chief Executive Officer PT Khalifah Incorporation, Rabu (05/05/2021). 

 

Dilansir laman Pemkab Bangkalan, Khalifah Inc sendiri adalah Perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis, agroindustri, usaha kecil menengah, kesehatan dan investasi.

 

Dalam MoU itu, Bupati dan Khalifah Inc sepakat mengembangkan sektor pertanian utamanya pengembangan kedelai. "Bentuk kerja samanya, khalifah Inc akan memberikan bantuan CSR berupa bibit kedelai," kata bupati yang akrab disapa Ra Latif.

 

Konkretnya, kata Ra Latif, Khalifah Inc akan menggarap lahan seluas 3 hektar di Kebun Bang Jani (Burneh) untuk ditanami Kedelai. "Ini awal sebagai percontohan, semoga ini berjalan, kalau nanti percontohan ini bagus mudah-mudahan bisa berkembang," terangnya.

 

Menurut Eka Triatna Shanti, Kabupaten Bangkalan memiliki daya saing yang tinggi di bidang kedelai, karena keunggulan kedelai di Indonesia terletak di Madura yakni di Kabupaten Bangkalan.

 

"Hanya saja tantangannya adalah menemukan benih aslinya. Nah komitmen percontohan kita di 3 hektar pertama ini komitmen sosial," ungkapnya.

 

 

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan perbaikan lahan terlebih dahulu (treatment revitalisasi lahan) sebelum melakukan persilangan bibit. "Jadi butuh sekitar 4 kali persilangan sebelum kita menemukan kualitas bibit yang layak tanam," bebernya.

F1 Promosi Iklan