Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pemkab Jember Tanggung Kebutuhan Santri yang Kembali ke Pesantren

Pemkab Jember Tanggung Kebutuhan Santri yang Kembali ke Pesantren
Santri Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep mendapat fasilitas tes kesehatan dan fasilitas lain dari Pemkab Jember. (Foto: NOJ/Firdausi)
Santri Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Sumenep mendapat fasilitas tes kesehatan dan fasilitas lain dari Pemkab Jember. (Foto: NOJ/Firdausi)

Jember, NU Online Jatim

Saat kembalinya santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep pada gelombang awal, ada santri positif terjangkit virus Corona. Karenanya, untuk penerimaan tahap berikutnya, jajaran masyaikh memberlakukan ketentuan yang lebih ketat. 

 

Untuk mempermudah dan mengantisipasi penularan Covid-19 pada santri saat kembali ke Pesantren Annuqayah, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan pelayanan lebih.

 

H Abdul Muqied Arief selaku Wakil Bupati Jember melepas ratusan santri untuk kembali menuntut ilmu di Pesantren Annuqayah pada gelombang kedua. Yang istimewa, Pemkab setempat memberikan pelayanan medis secara gratis kepada seluruh santri.

 

"Sebelum berangkat ke pondok, seluruh santri menjalani rapid test yang dipusatkan di Universitas Islam Jember. Alhamdulillah hasilnya non reaktif," ujar Kiai Muqied, Senin (20/7). 

 

Kiprah Alumni

Beberapa waktu berselang, Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kabupaten Jember sudah melepas santri tingkat mahasiswa atau perguruan tinggi. Acara dilakukan secara bertahap yang sudah diatur oleh pengurus yayasan dan tim Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Pesantren Annuqayah.

 

Dirinya berharap kepada santri untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di pesantren. Karena sebenarnya sebagian para masyaikh masih merasa berat saat santri kembali ke pondok. "Tanggung jawab beliau semakin komplit karena wabah ini terus menjamur ke berbagai pelosok pedesaan. Kasihani kiai ya nak," pintanya.

 

Di kesempatan berbeda, Ustadz Muhammad Taufiq menjelaskan bahwa prosedur kembalinya santri ke Annuqayah mengikuti protokol kesehatan. Semua juga sesuai dengan jadwal yang ditentukan pesantren yakni secara bertahap. 

 

Ketua IAA Jember tersebut mengutarakan bahwa santri kembali diawali oleh gelombang pertama yakni tingkat perguruan tinggi. Selanjutnya gelombang kedua tingkat SLTA dan SLTP bagi santri lama. "Dengan catatan, mereka semua harus mengantongi surat keterangan kesehatan atau menyertakan surat hasil rapid test. Syukur alhamdulillah, ketika saya pantau bersama Kiai Muqied hasilnya non reaktif," jelasnya. 

 

Selanjutnya, IAA Jember yang tergabung dalam pengurus Eks Keresidenan Besuki selalu membantu dan memfasilitasi para santri yang ingin kembali ke pondok. "Kebetulan ini program Pemkab Jember yang menyediakan pelayanan medis secara gratis," bangganya. 

 

Tak sampai di situ, pelayanan yang digratiskan oleh Pemkab Jember antara lain rapid test, masker, seperangkat alat shalat, vitamin dan suplemen. Bahkan bus pengantar juga disediakan yang pemberangkatannya dipusatkan di GOR Kaliwates. Mereka dikawal pendamping IAA Eks Keresidenan Besuki, mulai dari pemberangkatan hingga sampai ke pondok. 

 

Alumni Pesantren Annuqayah daerah Latee tersebut menegaskan bahwa semua pihak melaksanakan program ini secara runtut. Seluruhnya diawali oleh pengajuan surat permohonan kepada Gugas Pemkab Jember melalui bidang kesejahteraan rakyat. "Ketika ditunjuk sebagai ketua pelaksana, kami selalu mengawalnya secara profesional dan bekerja sama dengan Pemkab Jember hingga memberikan izin untuk mengawal kegiatan secara kontinu," ungkapnya. 

 

Jebolan Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember tersebut menegaskan bahwa Pesantren Annuqayah didaulat sebagai pesantren tangguh oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karenanya sudah memberlakukan aturan bagi santri yang kembali ke pondok dengan mengikuti protokol kesehatan.

 

Pihak pesantren menyediakan beragam fasilitas dan tenaga medis di beberapa titik sentral, seperti pintu gerbang, area pesantren, dan gerbang keluar yang dijaga ketat petugas. Dengan demikian santri betul-betul terpantau ketika masuk dan keluar dari pesantren. 

 

Sedangkan jadwal kembalinya santri ke Pesantren Annuqayah untuk tingkat SLTA putra pada Senin (6/7); SLTA putri Senin (6/7); hari Ahad (19/7) untuk kalangan SLTP putra, dan SLTP putri yaitu Senin (20/7). 

PWNU Jatim Harlah