Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pemuda di Bondowoso Diajak Rawat Tradisi Maulid dengan Ancakan

Pemuda di Bondowoso Diajak Rawat Tradisi Maulid dengan Ancakan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi ancakan di Padepokan Nyai Surti, Bondowoso. (Foto: NOJ/ Ade Nurwahyudi).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tradisi ancakan di Padepokan Nyai Surti, Bondowoso. (Foto: NOJ/ Ade Nurwahyudi).

Bondowoso, NU Online Jatim

Padepokan Nyai Surti di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso merupakan tempat belajar guna melestarikan budaya. Kerap kali padepokan ini tidak melewatkan momen-momen penting.

 

Salah satunya momentum peringatan Nabi Muhammad SAW. Kini, para pegiat di Padepokan Nyai Surti melaksanakan peringatan Maulid Nabi dengan kemasan acara Molod Aghung (maulid agung).

 

"Kita melaksanakan Molod Aghung tak lain untuk turut serta mengekspresikan cinta masyarakat dan anak muda kampung untuk kanjeng Nabi Muhammad SAW," kata Mohammad Afifi, Founder Padepokan Nyai Surti, Kamis (12/11/2020).

 

Dalam acara tersebut, sajian hidangan berbeda dengan kebanyakan peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah. "Tak sekedar amolod (peringatan maulid), kegiatan tersebut dikemas dengan ancakan yakni pelepah pisang yang dibentuk persegi sebagai tempat buah-buahan atau nasi untuk hidangan bagi para hadirin yang datang," ungkapnya.

 

"Kita sengaja kemas dengan model ancakan dalam rangka edukasi untuk para anak muda supaya melestarikan tradisi-budaya leluhur. Minimal melalui kegiatan yang agung ini, edukasi mampu kita hadirkan untuk anak-anak muda kampong," ujar Afifi.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Habib Ahmad bin Ja'far Al Hadar. Beliau menyatakan kebanggaannya terhadap model keberagamaan Islam di Indonesia.

 

"Saya sangat bangga dengan Indonesia, yang dimanapun bahkan di seluruh pelosok kampung mengaagungkan dengan merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad dengan ekspresi budaya masing-masing. Inilah yang sangat luar biasa saya kagumi dari Indonesia," tukas Habib Ahmad alumni Ma'had Al-islamiyah Libanon tersebut.

 

Sementara itu, Habib Husein juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan dengan kemasan semacam ancakan tersebut. Sebab bagi Habib, seperti apapun ekspresi masyarakat kampung harus terus dilestarikan dan dijaga selama tidak bertentangan akidah.

 

"Ekspresi maulid lewat konsep semacam ini mesti harus terus dilestarikan. Maka anak mudalah yang tentu harus di depan dalam merawat budaya semacam ancakan ini," ujarnya.

 


 

Selanjutnya acara diisi dengan diksusi bersama anak-anak muda kampung dan para mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Acara ini ditutup dengan doa oleh Habib Ahmad.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim